Polisi menemukan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), mulai ditanami bibit sawit. Lahan tersebut terbakar sejak pertengahan Agustus tahun ini.
Atas temuan itu polisi bersama Pemkab Dharmasraya memasang plang larangan menanam dan berkebun di lahan bekas karhutla tersebut. Pemasangan plang berlangsung pada Jumat (16/10) pukul 15.30 WIB lalu.
Dikutip detikNews, momen pemasangan plang tersebut diunggah di akun resmi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Tampak Annisa bersama Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dan unsur Forkopimda berada di lokasi.
"Sudah ada bibit sawit, Pak Kapolres. Membakar, apalagi di kawasan hutan. Gimana, siapa yang nanam ini, Pak Kapolres?" tanya Annisa.
Dia mengatakan lahan hutan tersebut terbakar sejak pertengahan Agustus tahun ini. Dia kemudian meminta bibit sawit yang tertanam segera dicabut dan diganti dengan tanaman hutan.
"Kapan kebakaran hutan ini? 15 Agustus, udah ada sawit yang ditanam sekarang. Langsung tumbuh lagi, cabut ya, ganti sama tanaman hutan," ujarnya.
Dia menjelaskan dalam 3 minggu terakhir sudah tidak ada titik panas (hotspot) kebakaran hutan di Dharmasraya. Pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi (rakor) pada 9 September 2026 untuk merumuskan langkah pencegahan dan penindakan karhutla di Dharmasraya hingga membentuk Satgas Nagari.
"Di situ salah satunya memang kita pada saat itu langsung membentuk tim Satgas Nagari yang dipimpin oleh Pak Wali Nagari. Kita membuat sebuah forum di grup yang langsung dipimpin Forkopimda seluruhnya, jadi lengkap kolaborasi lintas sektor. Satgas Nagari itu melakukan patroli dan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar," ucapnya.
"Dan begitu ada titik hotspot, langsung dikabari di grup. Alhamdulillah rata-rata titik hotspot yang terjadi di Dharmasraya tidak sampai satu hari ya, Pak. Kemudian berdasarkan aplikasi Sipongi, sekitar tanggal 23 September kita sudah nihil hotspot," lanjutnya.
Dia mengatakan, setelah berbagai upaya dilakukan, sudah tidak ada lagi titik api yang ditemukan. Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut berjibaku memadamkan api.
"Alhamdulillah kolaborasi erat lintas sektor ini menunjukkan tren baik. Oleh karena itu, kita tentu pertama berterima kasih utamanya kepada Pak Kapolres sama tim damkar, Pak Wali Nagari, yang setiap ada hotspot langsung turun berjibaku, serta para relawan seluruhnya," jelasnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(astj/astj)