Frugal Living atau Pelit? Ini Perbedaannya dalam Mengelola Uang

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Senin, 19 Okt 2026 10:51 WIB
Foto: Freepik.com/jcomp
Medan -

Gaya hidup hemat atau frugal living semakin banyak dibicarakan di tengah tuntutan ekonomi dan tren konsumsi di media sosial. Namun, kebiasaan mengurangi pengeluaran terkadang dianggap sebagai sikap pelit. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam cara seseorang mengelola uang dan menentukan prioritas.

Apa Itu Frugal Living?

Dalam penelitian berjudul Frugal Living: Perspektif Generasi Z Melalui Pendekatan Kualitatif yang diterbitkan dalam Ekspektasi: Jurnal Pendidikan Ekonomi 2024, Naimatul Hasanah dan rekan menjelaskan frugal living merupakan pilihan sadar untuk mengendalikan pengeluaran dengan mempertimbangkan tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Frugal living bukan sekadar mengeluarkan uang sesedikit mungkin. Gaya hidup ini menekankan keputusan finansial yang bijaksana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, serta mempertimbangkan manfaat barang sebelum membelinya.

Frugal Living Bukan Berarti Pelit

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari alasan seseorang mengambil keputusan pengeluaran. Orang yang menerapkan frugal living tetap bersedia mengeluarkan uang untuk kebutuhan penting dan tanggung jawabnya. Mereka hanya lebih selektif dalam menentukan pengeluaran yang dianggap perlu.

Sebaliknya, sikap pelit lebih berkaitan dengan keengganan mengeluarkan uang, bahkan ketika pengeluaran tersebut diperlukan atau merupakan tanggung jawabnya. Jadi, membeli barang yang lebih murah tidak otomatis berarti pelit, sebagaimana membeli barang mahal juga tidak selalu menunjukkan perilaku boros.

Contoh Frugal Living dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan frugal living dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Contoh, memasak sendiri untuk menghemat biaya makan, menggunakan barang yang masih layak, membandingkan harga sebelum membeli, dan menghindari pembelian hanya karena suatu produk sedang tren.

Penelitian Hasanah dan Badria juga menemukan bahwa Generasi Z menghadapi tantangan dalam menerapkan gaya hidup hemat, antara lain godaan konsumsi dan tekanan lingkungan sosial. Pengaruh teman sebaya serta informasi dari media sosial turut memengaruhi keputusan keuangan mereka.

Mengapa Mengatur Uang dengan Bijak Itu Penting?

Artikel Pengaruh Penerapan Frugal Living terhadap Kesadaran Finansial Mahasiswa/I dalam Mencegah Penggunaan Pinjaman Online yang diterbitkan dalam Aksi Nyata: Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 membahas pentingnya kesadaran berbelanja, kedisiplinan menyusun anggaran, pengelolaan arus kas, dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Dalam kegiatan edukasi keuangan yang dilaporkan, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai penganggaran dan risiko pinjaman online. Temuan ini menggambarkan pentingnya pemahaman keuangan agar seseorang dapat membuat keputusan pengeluaran secara lebih terencana.

Pada akhirnya, frugal living bukan tentang menolak semua pengeluaran atau selalu memilih barang termurah. Intinya adalah memahami kemampuan finansial, mendahulukan kebutuhan, dan menggunakan uang sesuai prioritas. Selama penghematan dilakukan secara sadar tanpa mengabaikan kebutuhan penting maupun tanggung jawab, hidup hemat merupakan bagian dari pengelolaan keuangan yang bijak, bukan semata-mata sikap pelit.

Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom



Simak Video "Video: Gen Z dalam Kepungan Algoritma"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork