Sebaran kabut asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut), terutama di bagian selatan. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang di beberapa daerah menurun hingga 1 kilometer.
"Terdeteksi sebaran asap di sebagian wilayah Sumatera Utara bagian selatan, dari analisis angin, angin bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara," ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Aek Godang, dan Silangit pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang berkisar antara 1-4 kilometer. Kondisi tersebut diprakirakan masih terjadi hingga tiga hari ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hasil pemantauan kualitas udara pada hari yang sama menunjukkan sejumlah wilayah di Sumut berada dalam kategori sedang.
Hendro menyebut pola pergerakan angin tersebut mengindikasikan asap yang menyelimuti wilayah Sumut kemungkinan merupakan kiriman dari Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Asap diduga terbawa oleh pergerakan angin menuju wilayah Sumut.
"Penentuan sumber asap secara pasti masih memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," ujarnya.
Di sisi lain, hasil pemantauan titik panas (hotspot) selama 24 jam pada 17 Oktober 2026 menunjukkan tidak terdapat titik panas kategori sedang di wilayah Sumut.
Hendro mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap berhati-hati saat berkendara, terutama ketika jarak pandang menurun. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
