Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas di luar rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Dalam kondisi tertentu, membuka jendela justru bisa membuat lebih banyak partikel asap masuk ke rumah.
Mengutip panduan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), asap kebakaran dapat masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka, ventilasi, serta celah di sekitar bangunan. Karena itu, ketika udara di luar sedang berasap atau kualitasnya buruk, jendela dan pintu sebaiknya ditutup untuk mengurangi paparan asap.
Lantas, kapan jendela boleh dibuka kembali? EPA menyarankan masyarakat mengangin-anginkan rumah ketika kualitas udara luar membaik, meskipun hanya sementara. Dengan begitu, udara yang lebih bersih dapat masuk dan membantu mengurangi polusi yang tersisa di dalam ruangan.
Untuk mengetahui waktu yang tepat, masyarakat sebaiknya memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi, bukan hanya mengandalkan kondisi langit yang terlihat cerah. Asap yang tidak terlalu terlihat belum tentu berarti konsentrasi partikel halus di udara sudah rendah.
Namun, menutup jendela terlalu lama juga dapat membuat rumah terasa panas, terutama jika tidak memiliki pendingin ruangan. EPA menyarankan penggunaan pendingin ruangan atau kipas untuk menjaga kenyamanan. Jika kondisi rumah terlalu panas dan tidak memungkinkan untuk tetap berada di dalam dengan aman, masyarakat dapat mencari tempat lain yang lebih sejuk dengan udara lebih bersih.
Selain menutup jendela saat asap pekat, masyarakat dapat menggunakan air purifier jika tersedia untuk membantu menyaring partikel halus di dalam ruangan. Aktivitas yang menambah polusi udara di dalam rumah, seperti membakar dupa, merokok, atau memasak dengan suhu tinggi, juga sebaiknya dikurangi selama periode kabut asap.
Dengan demikian, membuka jendela saat kabut asap bukan semata-mata soal waktu pagi atau malam, melainkan kondisi kualitas udara di luar rumah. Jendela sebaiknya tetap tertutup ketika udara luar tercemar dan dibuka kembali saat kualitas udara membaik.
Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(astj/astj)