Banjir dan tanah longsor membuat Nagari Sungai Gambir Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terisolasi selama dua hari. Sejumlah rumah warga dilaporkan tertimbun longsor.
Selain itu, akibat bencana yang terjadi sebanyak 10 orang sempat tertimbun material tanah, namun semuanya kini telah berhasil diselamatkan.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, mengatakan beberapa di antara warga yang sempat terkena material banjir bandang itu mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis.
"Alhamdulillah, mereka semua selamat dari timbunan tanah longsor. Hari ini ada beberapa yang mengalami luka berat dan sudah mendapat penanganan kesehatan dari tim puskesmas, dinas kesehatan, dan tim lainnya," kata Dheno kepada detikSumut, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, tim gabungan mulai menjangkau Sungai Gambir Sako untuk mendistribusikan bantuan setelah wilayah tersebut terisolasi akibat banjir dan longsor. Bantuan yang disalurkan antara lain makanan siap saji, minuman, dan kebutuhan logistik lainnya.
Selain warga yang berada di wilayah terdampak, bantuan juga diberikan kepada pengendara yang terjebak di jalur tersebut.
Sejumlah pengemudi mobil, truk pengangkut logistik, hingga kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan tertahan selama dua hari dua malam dan mulai kehabisan persediaan makanan.
"Kami juga mulai membagikan bantuan kepada pengendara yang terjebak. Mereka rata-rata sudah kehabisan logistik selama dua hari dua malam," ujarnya.
Sesuai catatan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, musibah banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) malam, menyebabkan dua rumah hanyut dan 11 lainnya rusak berat. Sekitar 4.240 jiwa terdampak.
Selain itu, ada 12 sekolah mulai dari PAUD hingga SMK juga terkena imbas dan dipenuhi material.
Simak Video "Video Banjir-Longsor Akibat Hujan Lebat di Brasil, 20 Orang Tewas"
(mjy/mjy)