Minat Baca di Era Digital Tak Hilang, Pustakawan Ungkap Perubahannya

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Kamis, 08 Okt 2026 23:56 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto
Medan -

Minat membaca ikut berubah seiring dengan perkembangan teknologi digital. Perubahan itu tidak otomatis membuat minat membaca menurun.

Pustakawan Medan, Nadhira Khairiyya melihat siswa kini lebih tertarik membaca komik digital dibandingkan komik cetak. Selain itu, bacaan seperti alternative universe (AU) yang banyak beredar di media sosial juga diminati.

"Minat bacanya tidak berkurang, tapi bertransformasi ke bentuk-bentuk digital. Siswa sekarang lebih suka baca komik digital daripada komik tercetak, sama juga lebih suka baca seperti yang lagi marak seperti AU (alternative universe) di media sosial daripada baca novel," kata Nadhira, (Kamis 8/10/2026)

Menurutnya penggunaan gawai dan internet juga membawa tantangan terhadap cara siswa membaca. Siswa terbiasa melakukan skimming atau membaca dengan cepat sehingga terkadang kurang memahami isi bacaan dan mudah lupa setelah selesai membaca.

Di Perpustakaan Medan, buku fisik juga masih diminati. Nadhira mengatakan komik pengayaan yang diberikan melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi salah satu bacaan yang disukai siswa.

"Dalam sehari bisa ada 10-15 anak yang meminjam 2-3 buku," ujarnya.

Untuk mempertahankan ketertarikan siswa, perpustakaan menyesuaikan koleksi dengan minat mereka. Koleksi yang disediakan antara lain komik serta buku cerita yang menghibur tetapi tetap memiliki nilai edukasi.

"Yang penting untuk perpustakaan sekolah bukan berapa jumlah bukunya, tetapi seberapa tepat sasaran buku-buku tersebut. Jadi buku harus sesuai dengan selera siswa agar siswa tertarik untuk meminjam," jelasnya.



Simak Video "Leaders Talk: CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi Bahas Semangat Gotong Royong, Bersinergi untuk Indonesia"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork