Bunda Literasi Batang Raih Penghargaan Berkat Program Sak Minggu Sak Buku

Bunda Literasi Batang Raih Penghargaan Berkat Program Sak Minggu Sak Buku

Rahmat Khairurizqi - detikJateng
Sabtu, 12 Sep 2026 14:50 WIB
Pemkab Batang
Foto: dok. Pemkab Batang
Jakarta -

Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, dianugerahi penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 Kategori Bunda Literasi. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan program Sak Minggu Sak Buku dalam menumbuhkan minat baca anak-anak.

Apresiasi tersebut diserahkan dalam ajang Festival Literasi Jawa Tengah yang digelar di Uptown Mall BSB Kota Semarang. Faelasufa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah atas apresiasi yang diberikan, serta kepada Disperpuska Kabupaten Batang atas pendampingan selama ini.

"Tentunya ini adalah sebuah momentum untuk saya menjadi lebih bersemangat dan mengembangkan literasi di Kabupaten Batang. Sak Minggu Sak Buku yang selama ini kita gagas merupakan program literasi dari Pemerintah Kabupaten Batang agar menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak minimal satu buku setiap minggunya. Mohon dukungannya, semoga kita bisa terus memajukan literasi di Kabupaten Batang," ungkap Faelasufa dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prestasi Batang tak berhenti di situ. Pada ajang yang sama, Kabupaten Batang turut membawa pulang piala Juara 2 Pemilihan Duta Baca Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Juara Harapan 2 Perpustakaan Desa Terbaik yang diraih Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar.

Capaian tersebut direspons hangat oleh pegiat literasi asal Batang, Aqila Lutfika Hilwa Gusnalia. Ia berharap ke depan makin banyak agen-agen literasi yang lahir di Kabupaten Batang demi menguatkan budaya membaca di daerahnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menegaskan Festival Literasi 2026 menjadi wujud komitmen bersama untuk merawat minat baca di era serba digital.

"Setelah kegiatan ini harapannya bisa menguatkan komitmen daripada Bunda Literasi, untuk terus bersemangat meningkatkan budaya literasi di Jawa Tengah. Karena banyak perubahan, bahwa kita harus bertransformasi," ujar Nawal.

Nawal menyoroti pergeseran gaya hidup Generasi Z dan milenial dalam mengakses informasi. Menurutnya, anak muda masa kini menyukai tempat membaca yang fleksibel, interaktif, dan berkonsep santai.

"Kondisi tersebut, perlu direspons dengan melakukan transformasi terhadap ruang-ruang literasi, termasuk perpustakaan. Jangan sampai perubahan pola tersebut justru membuat generasi muda semakin menjauh dari perpustakaan," terangnya.

Salah satu inovasi konkret yang dihadirkan yakni pengoperasian Aksara D'Caffe di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah untuk menciptakan atmosfer membaca yang segar dan kekinian.

"Generasi Z dan milenial saat ini lebih senang tempat yang bisa dia melakukan interaksi-interaksi. Kemudian dia bisa lebih nyaman dengan santai, sehingga jangan sampai perpustakaan itu ditinggalkan," tambahnya.

Selain itu, Nawal menekankan pentingnya menghidupkan sudut-sudut perpustakaan dengan beragam kegiatan kreatif agar tak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku.

"Ruang-ruang diskusi, kegiatan literasi, hingga aktivitas pendukung lainnya dapat dikembangkan di perpustakaan. Dengan ini, perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pengembangan kreativitas masyarakat," pungkasnya.



(prf/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads