Pembangunan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Diributi, Bobby: Ribet Amat

Pembangunan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Diributi, Bobby: Ribet Amat

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 26 Agu 2026 23:18 WIB
Gubsu Bobby Nasution meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat yang bakal ditingkatkan fasilitas rawat inap
Foto: Dok. Nizar Aldi/detikSumut
Medan -

Gubernur Sumut Bobby Nasution heran dengan pihak yang meributi rencananya membangun kembali rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor. Dia tidak mempersoalkan apabila Pemkot Medan ingin mengambil alih rencana pembangunan rumah tersebut.

Mulanya Bobby menjelaskan anggaran untuk membangun kembali rumah warga terdampak bencana berasal dari Posko Bencana Pemprov Sumut.

"Kita hari ini masih ada posko bencana dan posko bencana itu boleh diperuntukkan untuk kebencanaan. Nah, ini sebenarnya kami sampaikan dari kemarin, dari Posko Bencana ataupun dari APBD kami, itu hari ini ada untuk pembangunan rumah," kata Bobby di DPRD Sumut, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya, pemerintah daerah yang terdampak bencana akhir tahun lalu disebut belum merampungkan lahan untuk pembangunan rumah. Sehingga Pemprov Sumut belum bisa menyalurkan anggaran untuk pembangunan rumah bagi korban.

ADVERTISEMENT

"Cuman daerah kabupaten/kota yang kita tuju sampai dengan hari ini PR-nya belum terselesaikan, contoh lahan. Lahan itu kan sudah sama ya, dari pemerintah pusat juga PR-nya sama. Kalau mau dibangunkan rumah, lahannya ayolah... Ini masyarakat kabupaten dan kota, lahannya selesaikan kita bangun, sampai dengan hari ini uangnya masih numpuk, kenapa? Karena enggak bisa kami bangun, lahannya dijanjikan nanti," ucapnya.

Bobby menjelaskan jika baru Pemkot Padangsidimpuan yang sudah melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare. Sementara daerah lain belum ada.

"Baru satu kota, nah, yang bagus saya sebutkan, Padangsidimpuan, Padangsidimpuan sudah menyiapkan lahannya 5 hektar dan rumahnya, uangnya ada, tinggal kita bangun," jelasnya.

Sehingga Bobby bingung kenapa soal bantuan bagi korban angin kencang di Medan Johor diributkan. Bobby meminta agar bantuan ke masyarakat tidak dibuat ribet.

"Kan sama metodenya. Kok ribut amat sih mau bangun? Kalau Medan mau bangun, silahkan! Kalau memang ada uangnya, take over saja, enggak apa-apa. Kami bangun, nanti kalau memang katanya melampaui kewenangan, ya ganti saja uang provinsi, ribet amat ini pemerintah, kita ini mau dukung masyarakat. Jangan dibuat ribet," ucapnya.

Bobby menuturkan jika bantuan itu dinilai melampaui kewenangan Pemprov Sumut, Bobby mempersilahkan Pemkot Medan take over. Bobby meminta agar masyarakat dulu didahulukan sehingga jangan heboh-heboh.

"Kalau memang rasanya kami melampaui kewenangan, ya sudah. Nanti bagian persoalan yang ada di satu daerah kami enggak mau tahu, kan enggak mungkin, itu masih wilayah Sumatera Utara, kalau memang merasa punya kemampuan yang sudah kami lakukan, ya kembalikan saja uangnya, kan gitu, yang penting masyarakat dululah, jangan heboh-heboh," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meninjau lokasi ratusan rumah rusak akibat cuaca ekstrim di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Bobby mengatakan Pemprov Sumut bakal membantu memperbaiki semau rumah rusak.

Bobby meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Keduanya berdialog bersama warga yang terdampak bencana.

Setelah meninjau, Bobby mengaku mendapat cerita dari warga soal bantuan dari Pemkot Medan. Namun bantuan itu disebut menyusahkan warga.

"Kemarin memang ada bantuan, cuman tadi saya dengar ini bantuannya menyusahkan," kata Bobby Nasution, Jumat (21/8).

Bobby menjelaskan jika warga mengaku mendapat bantuan bahan material dengan jumlah yang kurang. Warga yang disebut memiliki perekonomian rendah, kesusahan dengan bantuan yang diberikan.

"Artinya rumahnya rusak dibantu bahan bangunan, misalnya satu bangunan yang dibutuhkan 30 lembar seng atau 30 kayu, yang dibantu cuman 10, masyarakat yang kena musibah harus beli lagi, ngerjainnya juga butuh biaya, di sini rata-rata ekonominya lemah," jelasnya.

Sehingga Bobby menyebutkan Jika Pemprov Sumut bakal membangun semua rumah yang rusak. Sementara rumah yang hancur, bakal dibangun ulang.

"Jadi saya minta dari provinsi saja yang menanganinya, kita bantu semuanya kita bangun semua. Yang hancur kita bangun baru nanti bebas pilih modelnya, yang atapnya hilang nanti kita bangun lagi," sebutnya.

Bobby berseloroh ke Zaki agar bantuan yang diberikan Pemkot Medan dijual kembali. Hal ini dinilai menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam memberikan bantuan.

"Minta tolong nanti Pak Wakil seng yang sudah ada boleh dijual lagi aja, artinya kalau ngasih bantuan yang komplit lah, tidak nyusahin," tuturnya.

Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat sebanyak 170 unit rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Medan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Medan pada Kamis (20/8/2026), sebanyak 147 rumah rusak ringan, 19 rusak sedang, dan enam rusak berat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Menkeu Purbaya Kunjungi Korban Gempa NTT, Beri 1 Truk Sembako"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads