Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) atau pengidap sangat butuh pendampingan konseling dan psikososial. Untuk itu, civitas Universitas Riau hadir memberi pelatihan ke sejumlah pendamping ODHA.
Kehadiran itu terlihat dari kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) saat pengabdian kepada masyarakat. Civitas hadir melalui pelatihan Pendamping Sebaya bagi ODHA atau orang dengan HIV (ODHIV) di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari Program TEMAN-ODHA (Training Empathic Mentoring and Counseling for ODHA) yang bertujuan meningkatkan kapasitas Pendamping Sebaya ODHIV. Tentu saja berbasis komunitas dalam memberikan konseling dan dukungan psikososial bagi ODHIV di Riau," kata Ketua Tim pengabdian, Dr. dr. Fauzia Andrini Djojosugito, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dikemas melalui pelatihan konseling berbasis psikososial, workshop komunikasi empatik dan simulasi konseling berbasis kasus. Selain itu pendampingan praktik konseling.
Bukan tanpa alasan, pelatihan dari sejumlah perwakilan akademisi ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan para Pendamping Sebaya. Khususnya dalam memberikan dukungan yang tepat kepada ODHIV di lingkungan komunitas.
Adapun usia rentan ODHIV pada usia produktif 25-49 tahun sesuai data Dinkes Riau dan sejalan dengan data nasional (61% kasus nasional Q1 2025 ada di rentang usia ini). Pengidap perlu pendampingan karena ODHIV menghadapi stigma dan ketakutan membuka status, yang berdampak pada keterbukaan saat konseling dan kepatuhan minum ARV, sehingga Pendamping Sebaya yang empatik lebih mudah diterima dibanding pendekatan formal.
Data ODHA di Riau kumulatif sekitar 11.523 kasus. Bahkan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 1170 kasus baru dan di Pekanbaru merupakan penyumbang terbesar yaitu sekitar sekitar 58 persen kasus.
Tak hanya dari Pekanbaru, sejumlah peserta dari Siak, Kota Dumai, Indragiri Hilir juga ikut ambil bagian. Seluruhnya berbaur untuk bertukar ilmu dalam pendampingan kepada para penyitas.
"Keterlibatan peserta dari beberapa wilayah di Riau ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan dan peningkatan kapasitas pendampingan. Sehingga keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan di masing-masing wilayah," kata wanita yang akrab disapa dokter Andin.
Simak Video "Video: Kata Kemenkes soal Tantangan Pemberian Obat ARV Bagi Remaja Terpapar HIV"
(ras/dhm)