Kelangkaan semen terjadi di sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Aceh memanggil manajemen PT Solusi Bangun Andalas (SBA) selaku produsen dan meminta mereka meningkatkan jumlah produksi.
"Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Nurlis menjelaskan pertemuan yang dihadiri General Manager PT Solusi Bangun Andalas R Adi Santosa berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8) kemarin. Rapat dipimpin Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra itu meminta penjelasan manajamen pabrik berlokasi di Lhoknga, Aceh Besar itu terkait penyebab kelangkaan semen.
Menurutnya, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.
"Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan," jelas Nurlis.
Berdasarkan data SBA, katanya, selama ini kapasitas produksi semen curah di Aceh sebanyak 5.400 ton per hari. Total produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi Semen Andalas 3.700 ton per hari atau 92.500 sak per hari.
Sesuai Proyeksi SBA total kebutuhan Semen di Aceh saat ini sebesar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari. Artinya terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau 12.500 sak per hari.
Selain itu, dalam rapat juga terjawab bahwa peningkatan kebutuhan semen tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta proyek-proyek pembangunan lainnya.
"Kondisi tersebut turut memengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran," ujar Nurlis.
Simak Video "Video Mendagri Sebut Pemulihan Pascabencana di Aceh Paling Cepat 3 Tahun"
(agse/dhm)