Sakit, dalam ajaran Islam, merupakan salah satu bentuk ujian kehidupan yang mengandung hikmah mendalam. Sakit bukan hanya jadi pengingat akan keterbatasan fisik manusia, namun juga sarana penyucian dosa dan peninggi derajat di hadapan Allah SWT.
Islam mengajarkan seorang muslim ketika diuji dengan penyakit harus melakukan ikhtiar ganda:
- Ikhtiar Medis (Lahiriah): Memeriksakan diri ke dokter, mengonsumsi obat-obatan, serta menjalani perawatan medis yang sesuai.
- Ikhtiar Spiritual (Batiniah): Memanjatkan doa, berzikir, dan memohon kesembuhan secara langsung kepada Sang Maha Penyembuh (Asy-Syafi).
Sejumlah Doa untuk Orang Sakit
Doa adalah bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah SWT dan kepasrahan seorang hamba. Saat memanjatkan doa dapat menggunakan bahasa Arab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun dalam bahasa Indonesia. Tujuannya agar dapat dihayati dengan penuh kekhusyukan.
Dilansir detikHikmah dari buku saku Tuntunan Doa dan Dzikir Terbitan Universitas Ahmad Dahlan, buku Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati Karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, buku Untukmu Yang Sedang Sakit Karya Ammi Nur Baits hingga buku Pasti Mustajab Karya Muhammad Lutfi Zamani, berikut ini bacaan doa untuk orang sakit yang dapat diamalkan.
Doa tersebut baik untuk memohon kesembuhan diri sendiri maupun mendoakan orang lain.
1. Doa Memohon Kesembuhan Total
Doa ini merupakan salah satu bacaan yang paling populer dan sering dibaca oleh Rasulullah SAW saat menjenguk orang sakit.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa'a illaa syifaa uka syifaa'an laa yughadiru saqaman.
Artinya: "Ya Allah, Pemelihara seluruh manusia, hilangkanlah penderitaan dan rasa sakit ini. Sembuhkanlah, karena Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan sejati melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit sedikit pun."
Simak Video "Video Pramono: Toleransi Kunci Kehidupan di Jakarta Berjalan Baik"
(mjy/mjy)