Sebuah video bernarasikan seorang pasien meninggal dunia karena dugaan ditelantarkan hingga mal praktek di RSUD Rantau Prapat di Kabupaten Labuhanbatu. Dinas Kesehatan Sumut menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.
Dalam video yang dilihat, Senin (13/7/2026), dijelaskan jika pasien berinisial SU dibawa ke rumah sakit akibat sesak napas dengan riwayat komplikasi penyempitan ginjal. SU dibawa pukul 09.00 WIB dan pasien kemudian meninggal dunia pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB.
"Bukannya disambut dengan tindakan kegawatdaruratan yang responsif layaknya standar rumah sakit BLUD Kelas B, keluarga korban justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Selama dua jam penuh di masa-masa paling krusial, pihak keluarga dipaksa pontang-panting menyusuri lorong rumah sakit, mengemis waktu, dan mencari keberadaan dokter maupun perawat yang mendadak 'gaib' saat pasien mulai megap-megap di ambang maut," demikian tertulis dalam unggahan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan jika pihaknya sudah melakukan konfirmasi awal. Saat ini Satgas Pengendali Mutu sedang menuju Labuhanbatu.
"Kami sudah melakukan konfirmasi, hari ini tim kendali mutu kita bergerak ke Rantau Prapat," kata Muhammad Faisal Hasrimy di Medan, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan informasi awal, pihak RSUD Rantau Prapat mengklaim sudah menjalankan prosedur dengan baik. Pasien SU disebut rutin menjalani cuci darah.
"Namun informasi awal berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah Rantau Prapat bahwa mereka sudah menjalankan prosedur, artinya memang pasien ini pasien yang rutin melakukan cuci darah, namun pada saat dia harusnya cuci darah dia tidak melakukan cuci darah," ucapnya.
SU disebut datang ke rumah sakit pada Sabtu (11/7). Pihak rumah sakit mengklaim telah melayani pasien dan disarankan untuk cuci darah.
"Jadi pada saat hari Sabtu pasien datang ke rumah sakit dilayani, setelah dilayani disarankan pada saat itu untuk dilakukan cuci darah, artinya prosedur sudah dijalankan ada petugas, kan beritanya kan nggak ada petugas," ujarnya.
Meskipun demikian, Faisal menuturkan masih menunggu hasil dari pengecekan Satgas Pengendali Mutu. Sehingga mendapat informasi yang utuh soal peristiwa itu.
"Namun walaupun demikian tim satgas pengendali mutu kita hari ini sudah bergerak ke Rantau Prapat, hari ini kita baru mendapatkan laporan secara tertulis dari rumah sakit, jadi tim kita ke sana untuk memastikan prosedur ini sudah dijalankan atau belum," tuturnya.
Simak Video "RSUD di Tanjungbalai Buka Suara soal Pasien Ngamuk Karena Anak Meninggal"
(niz/dhm)