Labu siam merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan kalori yang rendah serta kaya akan serat. Sayuran yang punya nama ilmiah Sechium edule ini termasuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) dan berasal dari Meksiko bagian tengah serta sejumlah wilayah Amerika Latin. Kini, labu siam sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara.
Berkat kandungan nutrisinya, labu siam berpotensi mendukung kehamilan yang sehat, membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan, hingga memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.
Meski dikenal sebagai sayuran yang menyehatkan, mengonsumsi labu siam secara berlebihan tetap bisa memicu beberapa efek samping, terutama pada saluran pencernaan.
Kandungan Nutrisi Labu Siam
Dilansir detikHealth dari Healthline, salah satu alasan labu siam dianggap menyehatkan yaitu karena kandungan gizinya yang padat. Dalam satu buah labu siam berukuran sedang (sekitar 203 gram), terkandung nutrisi sebagai berikut:
- Karbohidrat: 9 gram
- Kalori: 39 kkal
- Protein: 2 gram
- Vitamin C: 17 persen AKG
- Lemak: 0 gram
- Serat: 4 gram (12 persen Angka Kecukupan Gizi/AKG harian)
- Folat (vitamin B9): 47 persen AKG
- Vitamin K: 7 persen AKG
- Vitamin B6: 9 persen AKG
- Mangan: 17 persen AKG
- Seng: 14 persen AKG
- Kalium: 5persen AKG
- Tembaga: 27 persen AKG
- Magnesium: 6 persen AKG
Labu siam terutama kaya akan folat, vitamin yang berperan penting dalam proses pembelahan dan pertumbuhan sel, termasuk selama masa kehamilan. Selain itu, sayuran ini juga rendah kalori, lemak, natrium, dan total karbohidrat sehingga kerap menjadi pilihan menu sehat, termasuk bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Efek Samping Makan Labu Siam Berlebihan
Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania, mengatakan labu siam pada dasarnya aman dikonsumsi sehari-hari dan hampir tidak menimbulkan efek samping jika dimakan dalam porsi yang wajar.
Menurutnya, efek samping baru berpotensi muncul bila labu siam dikonsumsi dalam jumlah yang sangat berlebihan, misalnya hingga sekitar 10 mangkuk atau lebih dalam sehari. Kandungan seratnya yang tinggi dapat memicu diare, perut kembung, atau keluhan lain pada saluran pencernaan.
"Kalau ditanya efek sampingnya sebetulnya hampir tidak mungkin sih ya terjadi efek samping kecuali kalau dia ada alergi terhadap labu siam. Tapi itu juga jarang sekali ya ada orang alergi terhadap labu siam itu seribu satu orang lah ya seribu banding satu kali itu belum tentu ya karena saya sendiri juga belum pernah menemukan orang alergi dengan labu siam gitu," imbuhnya saat dihubungi detikcom, Kamis (21/7/2025).
Dia menambahkan, keluhan akibat konsumsi serat berlebihan umumnya bersifat sementara dan bakal membaik usai pola makan kembali normal.
Sementara itu, risiko jangka panjang seperti gangguan fungsi hati atau ginjal dinilai sangat kecil karena seseorang hampir tidak mungkin mengonsumsi 10-20 mangkuk labu siam setiap hari selama berbulan-bulan.
"ya kalau efek samping jangka panjang ya hampir tidak mungkin ya mbak karena kan tidak mungkin juga orang makan tiap hari 10-20 mangkok labu siam tiap hari berbulan-bulan, ya kalau memang ternyata ada orang yang seperti itu ya bisa saja ya ada gangguan fungsi liver," lanjutnya lagi.
Berapa Batas Konsumsi Labu Siam?
dr Inggrid mengatakan pada dasarnya tidak ada batas konsumsi khusus untuk labu siam. Selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang, sayuran ini aman dikonsumsi sehari-hari.
Misalnya, jika dikonsumsi tiga kali sehari dalam porsi layaknya sayuran, sekitar satu mangkuk kecil setiap kali makan, konsumsi tersebut masih tergolong aman dan justru dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.
"Malah sebetulnya kan banyak manfaatnya ya karena dia kan labu siam itu kaya akan antioksidan akan membantu kita," ucapnya.
Bagian Labu Siam yang Bisa Dimakan
Dilansir dari Verywell Health, seluruh bagian tanaman labu siam pada dasarnya dapat dikonsumsi. Tapi, bagian yang paling kerap dimakan adalah buahnya.
Selain buah, daun labu siam yang masih muda dan lembut juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Kulit buahnya pun sebenarnya bisa dimakan, meski banyak orang memilih mengupasnya terlebih dahulu sebelum dimasak.
Akar labu siam yang berbentuk umbi juga dapat dikonsumsi dan diolah seperti kentang. Sementara itu, pucuk mudanya kerap dianggap sebagai hidangan istimewa dalam berbagai masakan Asia. Bijinya juga dapat dimakan, meski umumnya tidak dikonsumsi.
Dalam pengobatan tradisional di Meksiko, daun labu siam kerap diolah menjadi teh. Minuman ini dipercaya dapat membantu meluruhkan batu ginjal dan membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, sari buah labu siam juga dilaporkan berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mengurangi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.
Tips Mengonsumsi Labu Siam
Dikutip Health, labu siam memiliki bentuk menyerupai buah pir dengan kulit berwarna hijau muda dan berat yang dapat mencapai sekitar 340 gram. Sayuran ini dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun dimasak, misalnya sebagai campuran tumisan, sup, atau hidangan berkuah lainnya.
Labu siam memiliki rasa yang ringan dengan sedikit sentuhan manis serta tekstur renyah yang menyerupai mentimun. Kulitnya juga dapat dimakan, meski sebagian orang memilih mengupasnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikunyah.
Berikut beberapa cara mengolah dan mengonsumsi labu siam:
- Ditumis bersama aneka sayuran atau sumber protein.
- Dijadikan campuran sup, sayur berkuah, atau semur.
- Dipanggang utuh sebagai lauk pendamping.
- Diisi dengan campuran biji-bijian, kacang-kacangan, atau daging ayam cincang, lalu dipanggang hingga matang.
- Diiris tipis dan disantap mentah sebagai campuran salad atau lalapan.
Untuk penyimpanan, labu siam bisa ditaruh pada suhu ruang selama beberapa waktu. Agar tetap segar lebih lama, simpan labu siam di dalam wadah kedap udara atau kantong plastik dan letakkan di dalam lemari es.
Simak Video "Video: Amankah Pemberian Teh Pada Anak?"
(dhm/dhm)