Prabowo Resmikan 2 Bendungan di Aceh: Keureuto dan Rukoh

Aceh

Prabowo Resmikan 2 Bendungan di Aceh: Keureuto dan Rukoh

Tim detikNews - detikSumut
Jumat, 10 Jul 2026 16:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan 5 bendungan di lima provinsi. (YouTube Setpres RI)
Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan 5 bendungan di lima provinsi. (YouTube Setpres RI)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meresmikan dua bendungan di Aceh yaitu Bendungan Keureuto di Aceh Utara dan Rukoh di Pidie. Kedua bendungan itu dibangun dengan anggaran lebih Rp 5 triliun.

Prabowo meresmikan dua bendungan itu bersama tiga bendungan lain yaitu Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Provinsi Bali dan Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Merinting, Jumat (10/7/2026) siang, sementara empat bendungan lain diresmikan secara hybrid.

"Pada siang hari ini Jumat 10 Juli 2026 dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini saya resmikan bendungan meninting NTB, Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali," kata Prabowo dikutip dari detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendungan Keureuto menjadi proyek investasi terbesar dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,961 triliun dan masa konstruksi tahun 2015-2024. Bendungan setinggi 74 meter ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 215,94 juta mΒ³ dengan luas genangan mencapai 896,39 hektare.

ADVERTISEMENT

Infrastruktur ini ditargetkan mampu mengairi 14.695 hektare lahan irigasi (panjang jaringan 75,94 km), mereduksi banjir seluas 627 hektare, menyediakan air baku 0,65 mΒ³/s, serta menyumbang energi sebesar 185,62 MW (PLTA: 6,34 MW dan PLTS Terapung: 179,28 MW).

Sementara Bendungan Rukoh dibangun dengan nilai kontrak Rp 2,483 triliun selama periode 2018-2024. Bendungan ini memiliki tinggi 84 meter, kapasitas tampung 128,65 juta mΒ³, serta area seluas 700 hektare.

Manfaat utamanya meliputi layanan irigasi untuk 12.194 hektare lahan, penyediaan air baku 0,90 mΒ³/s, reduksi banjir 51 hektare, serta potensi energi total 141,22 MW (PLTA: 1,22 MW dan PLTS Terapung: 140 MW).

Peresmian ini dihadiri sejumlah menteri kabinet, di antaranya, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.



(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads