Sakelar lampu umumnya dibuat dari material yang mampu menahan panas, aliran listrik, rayap, dan korosi. Material tersebut dipilih untuk menjaga keamanan pengguna sekaligus mengurangi risiko sengatan listrik saat sakelar digunakan.
Meski demikian, tidak sedikit orang menemukan sakelar lampu di rumah terasa hangat atau bahkan panas saat disentuh. Padahal, posisinya berada di dalam ruangan dan tidak terpapar sinar matahari maupun sumber panas lainnya. Kondisi ini pun sering memunculkan pertanyaan mengenai penyebabnya.
Dilansir detikProperti dari The Spruce, sakelar lampu yang terasa hangat sebenarnya masih tergolong normal. Panas tersebut muncul sebagai hasil pelepasan energi dari aliran listrik yang mengalir melalui komponen sakelar. Sensasinya mirip seperti ponsel yang terasa hangat setelah digunakan cukup lama, yakni terasa panas tetapi tidak sampai menyengat.
Proses pelepasan panas ini justru penting agar suhu tidak terus menumpuk di dalam komponen listrik. Jika panas tidak dapat dilepaskan, insulasi kabel berisiko mengalami kerusakan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu retakan, kebocoran arus listrik, korsleting, busur listrik, hingga kebakaran.
Selain proses pelepasan panas yang normal, ada beberapa faktor lain yang dapat membuat sakelar lampu terasa lebih panas dari biasanya.
1. Sambungan kabel longgar
Koneksi kabel yang tidak terpasang dengan baik dapat menimbulkan hambatan listrik sehingga menghasilkan panas berlebih. Masalah ini sebaiknya segera diperbaiki oleh teknisi listrik agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
2. Kapasitas daya tidak sesuai dengan instalasi
Instalasi listrik rumah harus disesuaikan dengan kebutuhan daya seluruh perangkat elektronik. Jika beban listrik melebihi kapasitas yang tersedia, MCB akan otomatis memutus aliran listrik atau yang umum disebut "jeglek" untuk mencegah kerusakan.
Ketidaksesuaian antara kapasitas daya, jenis kabel, dan beban listrik juga dapat memicu panas berlebih pada sakelar. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran arus hingga korsleting.
3. Instalasi listrik yang kurang tepat
Pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai standar juga bisa menjadi penyebab sakelar cepat panas. Jalur arus yang tidak bekerja sebagaimana mestinya akan menghasilkan panas yang terkonsentrasi pada sakelar. Untuk mengatasinya, sebaiknya matikan aliran listrik terlebih dahulu dan minta bantuan teknisi yang berpengalaman.
Apabila sakelar hanya terasa sedikit hangat, kondisi tersebut umumnya masih tergolong normal. Namun jika suhunya sangat panas, disertai bau gosong, percikan listrik, atau perubahan warna pada sakelar, segera hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan agar terhindar dari risiko korsleting maupun kebakaran.
Simak Video "Video: Jasad Pasutri Ditemukan Berpelukan dalam Kebakaran Rumah di Palembang"
(nkm/nkm)