Pesawat Boing 737 Diduga Jatuh ke Laut Pakistan, Pencarian Masih Berlangsung

Internasional

Pesawat Boing 737 Diduga Jatuh ke Laut Pakistan, Pencarian Masih Berlangsung

Tim detikNews - detikSumut
Kamis, 09 Jul 2026 04:00 WIB
Ilustrasi pesawat hilang (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pesawat hilang (dok detikcom)
Medan -

Sebuah pesawat kargo Boeing 737 dilaporkan hilang kontak saat terbang di wilayah lepas pantai Karachi, Pakistan. Pesawat yang berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi itu sempat melaporkan gangguan teknis sebelum akhirnya menghilang dari radar.

Pesawat yang membawa lima awak tersebut diduga mengalami masalah pada sistem navigasi. Hingga kini, otoritas Pakistan masih melakukan operasi pencarian untuk menemukan pesawat tersebut.

Dilansir detikNews dari BBC, Otoritas Penerbangan Pakistan menyebut pesawat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara (ATC) pada Selasa (7/7) sekitar pukul 21.21 waktu setempat. Sebelum komunikasi terputus, pesawat diketahui mengalami penurunan ketinggian secara cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa menit sebelumnya, awak pesawat telah melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi. Pesawat tersebut dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berbasis di Karachi dan berdiri sejak 2018.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (8/7), K2 Airways mengungkap identitas lima awak yang berada di dalam pesawat serta memastikan pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan instansi terkait dalam penanganan insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami," demikian pernyataan K2 Airways.

Untuk mendukung pencarian, pemerintah Pakistan mengerahkan sejumlah instansi, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Diduga Jatuh ke Laut

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat mengalami perubahan ketinggian yang tidak normal sebelum akhirnya menukik tajam. Boeing 737 yang telah berusia sekitar 27 tahun itu sebelumnya merupakan pesawat penumpang yang kemudian dimodifikasi menjadi pesawat kargo.

Mengutip The Guardian, data dari layanan pelacakan Flightradar24 mengindikasikan pesawat kemungkinan jatuh ke Laut Arab di sebelah barat daya Karachi. Selama fase akhir penerbangan, pesawat tercatat mengalami beberapa perubahan ketinggian secara ekstrem sebelum kehilangan ketinggian secara drastis.

Operasi pencarian dan penyelamatan kini difokuskan di wilayah laut dengan melibatkan berbagai lembaga terkait. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Menurut catatan penerbangan, Boeing 737 itu diproduksi pada 1999 sebagai pesawat penumpang sebelum dikonversi menjadi pesawat angkut barang pada 2012.

Penurunan Ketinggian Ekstrem

Otoritas bandara Pakistan menjelaskan bahwa pesawat melaporkan masalah navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat saat sedang menuju Karachi. Setelah menerima laporan tersebut, petugas ATC berupaya memberikan panduan kepada awak pesawat.

Namun, sekitar tiga menit kemudian, radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis disertai perubahan arah yang tajam. Tak lama setelah itu, komunikasi dengan pesawat terputus.

Saat hilang kontak, posisi pesawat berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi. Laporan Gulf News menyebut lokasi hilangnya pesawat berada di atas Laut Arab.

Data Flightradar24 memperlihatkan pesawat sempat kehilangan ketinggian sekitar 5.000 kaki (1.524 meter) dalam waktu kurang dari satu menit. Setelah itu, pesawat kembali naik sekitar 6.000 kaki (1.828 meter) hanya dalam 30 detik sebelum akhirnya menukik dari ketinggian 36.550 kaki (11.140 meter).

Rekaman data terakhir menunjukkan pesawat berada di ketinggian sekitar 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut dengan laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki (6.827 meter) per menit atau sekitar 400 kilometer per jam, sebuah angka yang tergolong sangat ekstrem.

Flightradar24 menyatakan bahwa data pelacakan yang tersedia mengindikasikan "kemungkinan kecelakaan". sembari mencatat bahwa pesawat mengalami gangguan Global Navigation Satellite System (GNSS) tak lama setelah lepas landas dari Sharjah yang mempengaruhi akurasi pelacakan.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads