Penyakit ginjal sering dijuluki sebagai 'silent killer' atau pembunuh senyap. Pasalnya, kerusakan ginjal dapat berkembang tanpa disadari hingga fungsi organ itu menurun sangat signifikan sebelum muncul gejala yang berat.
Banyak orang beranggapan bahwa penyakit ginjal selalu ditandai dengan nyeri pinggang yang hebat. Padahal, tanda-tanda awalnya justru kerap terlihat ringan dan menyerupai keluhan sehari-hari, seperti mudah lelah atau sulit tidur.
Di Indonesia, jumlah penderita penyakit ginjal terus meningkat. Data tahun 2023 mencatat sekitar 1,5 juta orang mengalami gagal ginjal, dengan biaya pengobatan mencapai Rp 2,92 triliun. Angka tersebut mencakup pasien yang menjalani hemodialisis (cuci darah) dan kasus gagal ginjal akut, termasuk pada anak.
Karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting supaya penyakit tak berkembang menjadi gagal ginjal kronis. Dilansir detikHealth dari Times of India, berikut lima tanda ginjal mulai bermasalah yang sering tidak disadari.
5 tanda ginjal mulai bermasalah yang sering tidak disadari
1. Mudah Lelah dan Sulit Berkonsentrasi
Kerap merasa cepat lelah walau tidak banyak beraktivitas? Atau belakangan sulit berkonsentrasi saat bekerja?
Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda fungsi ginjal mulai menurun. Saat ginjal tidak mampu menyaring limbah dengan baik, racun bakal menumpuk di dalam darah. Penumpukan itu bisa membuat tubuh kehilangan energi dan mengganggu kemampuan untuk fokus.
Selain itu, penyakit ginjal juga dapat memicu anemia, yaitu kondisi kekurangan sel darah merah yang turut menyebabkan tubuh mudah lemas dan kelelahan.
2. Sulit Tidur
Gangguan tidur yang terus berulang juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada ginjal. Saat ginjal tak mampu membuang racun secara optimal, zat-zat sisa metabolisme tetap berada di dalam darah. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur.
Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal *Kidney Medicine* pada 2022 menunjukkan kualitas tidur yang buruk dan insomnia cukup sering dialami pasien penyakit ginjal kronis stadium lanjut.
3. Kulit Kering dan Gatal
Kulit yang terasa kering atau sering gatal tak selalu disebabkan kurang memakai pelembap atau masalah kulit. Ginjal berperan menjaga keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh.
Saat fungsinya terganggu, keseimbangan tersebut ikut berubah sehingga dapat memicu kulit menjadi kering dan terasa gatal. Keluhan ini sering muncul bersamaan dengan penurunan fungsi ginjal dan sebaiknya tidak diabaikan apabila berlangsung terus-menerus.
4. Mata Bengkak Saat Bangun Tidur
Mata yang tampak bengkak setiap pagi kerap dianggap akibat kurang tidur. Padahal, kondisi ini juga bisa menjadi pertanda ginjal mengalami gangguan.
Pembengkakan terjadi karena ginjal membuang terlalu banyak protein ke dalam urine (proteinuria), padahal protein seharusnya dipertahankan di dalam tubuh. Kehilangan protein tersebut dapat memicu munculnya bengkak, terutama di sekitar mata.
5. Pergelangan Kaki dan Kaki Bengkak
Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki juga perlu diwaspadai. Ketika fungsi ginjal menurun, tubuh menjadi lebih sulit membuang kelebihan natrium dan cairan. Akibatnya terjadi retensi cairan atau edema yang menyebabkan kaki tampak membengkak.
Meski begitu, edema juga dapat disebabkan oleh penyakit lain, seperti gangguan jantung, penyakit hati, atau gangguan pembuluh darah vena. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Jangan Abaikan Gejalanya
Kelima gejala di atas tak selalu berarti seseorang pasti mengalami penyakit ginjal. Tapi, bila keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Deteksi dini dapat membantu menemukan penyebab gangguan sejak awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko berkembang menjadi gagal ginjal kronis dapat ditekan.
Simak Video "Video: Istri di Jatim Donorkan Ginjal Untuk Suaminya"
(dhm/dhm)