Cuaca panas ekstrem yang belakangan terjadi tidak boleh dianggap sepele. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama, terutama saat melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan, dapat memicu gangguan kesehatan serius hingga menyebabkan kerusakan organ vital dalam tubuh.
Hal tersebut dialami seorang pria berusia 25 tahun asal Son La, Vietnam, yang bekerja sebagai buruh bangunan di Hanoi. Setelah terbiasa bekerja hingga 11 jam setiap hari di bawah terik matahari, ia harus menjalani perawatan intensif di E Hospital karena mengalami kondisi yang mengancam nyawa.
Sepulang bekerja, pria tersebut awalnya merasakan kelelahan berat, rasa haus berlebihan, dan nyeri di sekujur tubuh. Namun, gejalanya berkembang dengan cepat menjadi lebih serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tubuhnya mendadak kaku, mengalami nyeri otot hebat, dan kehilangan tenaga hingga tidak mampu bergerak. Rekan-rekannya kemudian segera membawanya ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat diperiksa di Departemen Nefrologi, Urologi, dan Hemodialisis, tim medis menemukan sejumlah tanda yang menunjukkan kondisi serius. Pasien mengalami oliguria, yaitu penurunan volume urine secara drastis, serta urine berwarna gelap pekat.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasien mengalami cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) yang dipicu oleh dehidrasi berat.
Tak hanya itu, ia juga didiagnosis mengalami Streptomialisis atau rhabdomyolysis, yakni kondisi ketika jaringan otot rangka mengalami kerusakan.
Dokter yang menangani kasus tersebut, Nguyen Van Lap, menjelaskan bahwa kombinasi aktivitas fisik berat dan suhu lingkungan yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada otot sekaligus ginjal.
"Ketika tubuh aktif dengan intensitas tinggi di lingkungan bersuhu tinggi, jumlah air dan elektrolit yang hilang melalui keringat sangat besar. Jika tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit," analisis Dr Nguyen Van Lap, dikutip detikHealth dari LAO DONG Vietnam.
"Selain itu, kelelahan yang berlebihan dapat merusak sel otot, menyebabkan streptomialisis. Produk dari proses penghancuran otot (mioglobin) dilepaskan ke dalam darah, menyebabkan ginjal kelebihan beban (overload) untuk mengeluarkannya, sehingga meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut," tambahnya.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Belajar dari kasus tersebut, Dr Nguyen Van Lap mengingatkan masyarakat, khususnya pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, agar lebih bijak mengatur jam kerja dan menghindari paparan panas berlebihan pada waktu-waktu puncak.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air secara rutin serta mengganti elektrolit yang hilang akibat produksi keringat berlebih.
Masyarakat dianjurkan segera menghentikan aktivitas dan mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala-gejala berikut:
- Kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah beristirahat.
- Nyeri otot hebat disertai kekakuan.
- Kram berat pada tangan atau kaki.
- Rasa haus yang terus-menerus.
- Urine berwarna gelap atau jumlahnya jauh lebih sedikit dari biasanya.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda awal dehidrasi berat maupun gangguan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan medis segera.
(nkm/nkm)
