Kebiasaan yang Diam-diam Bikin Ginjal Rusak, Wajib Tahu!

Kebiasaan yang Diam-diam Bikin Ginjal Rusak, Wajib Tahu!

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Sabtu, 27 Jun 2026 09:03 WIB
Chronic kidney disease, Asian woman with model for treatment urinary system, urology, Estimated glomerular filtration rate eGFR.
Foto: Getty Images/sasirin pamai
Medan -

Ginjal termasuk organ yang paling 'sabar'. Meski terus dipaksa bekerja ekstra akibat pola hidup yang kurang sehat, organ ini tetap menjalankan fungsinya tanpa banyak keluhan.

Sayangnya, ketika gejala akhirnya muncul, kerusakan yang terjadi sering kali sudah tidak bisa dianggap ringan. Data global menunjukkan hampir 10 persen populasi dunia mengidap penyakit ginjal kronis yang berkembang secara diam-diam. Selain diabetes dan hipertensi, kebiasaan sepele sehari-hari ternyata bisa jadi biang kerok rusaknya fungsi ginjal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak signifikan pada kesehatan ginjal jangka panjang," wanti-wanti Dr Shalabh Agrawal, seorang pakar Urologi dan Andrologi dari Delhi, India seperti dikutip detikHealth.

ADVERTISEMENT

Kebiasaan yang Bikin Rusak Ginjal

Dilansir dari gaman Health Shot, berikut 6 kebiasaan sehari-hari yang wajib disetop demi menghindari risiko kerusakan ginjal:

1. Konsumsi Makanan Ultra-Processed

Mulai dari mi instan, camilan kemasan, hingga sosis dan daging olahan biasanya tinggi natrium dan zat aditif fosfor. Riset yang dipublikasikan di American Journal of Kidney Diseases membuktikan konsumsi makanan ultra-processed dalam jangka panjang, dapat memicu lonjakan risiko penyakit ginjal kronis.

2. Sering Begadang

Tidur kurang dari 6 jam per malam bisa mengacaukan ritme sirkadian alami tubuh. Efeknya, proses regenerasi organ terganggu dan memicu stres pada jaringan ginjal.

Maka dari itu, pastikan tidur cukup demi menjaga kestabilan fungsi organ dalam.

3. Kebanyakan Konsumsi Gula Tambahan

Konsumsi gula berlebih dari minuman manis, boba, maupun hidden sugar di dalam saus kemasan bisa memicu obesitas. Secara medis, obesitas adalah gerbang utama menuju diabetes tipe 2 dan hipertensi.

Itu merupakan dua faktor risiko tertinggi yang bisa merusak ginjal hingga memaksa pasien menjalani prosedur cuci darah.

4. Doyan Makan Asin

Asupan garam berlebih menjadi beban berat bagi ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas aman konsumsi garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

Sayangnya, banyak orang kebablasan akibat sering mengonsumsi makanan olahan atau jajan di restoran.

"Saat makan terlalu banyak natrium, tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkannya. Ini memicu tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah halus penyaring limbah di dalam ginjal," jelas Dr Agrawal.

5. Sering Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Bagi orang yang kerap sakit kepala, nyeri sendi, atau pegal otot mungkin akan sering mengonsumsi obat pereda nyeri. Terutama golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau diklofenak.

Obat-obatan ini menekan zat prostaglandin yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal. Jika aliran darah menyusut drastis, risiko cedera ginjal akut mengintai.

6. Kurang Minum Air Putih

Ketika tubuh kekurangan cairan, urine akan berubah warna menjadi lebih pekat dan kental. Kondisi ini memicu endapan zat kimia yang meningkatkan risiko batu ginjal.

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam studi Public Health Nutrition, hidrasi yang cukup sangat krusial untuk membantu ginjal membilas racun keluar dari tubuh.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Setengah Juta Warga di Singapura Kena Penyakit Ginjal "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads