Saat Sekolah Rakyat Nyalakan Mimpi Fadil Jadi Tentara

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 25 Jun 2026 21:00 WIB
Foto: Fadil bersama ibunya di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar (foto: istimewa)
Banda Aceh -

Fadil Royan melangkah tegak dengan balutan jas almamater merah marun yang melekat rapi di tubuhnya. Baret berwarna senada bertengger tegak di kepala, berpadu dengan celana putih dan sepatu hitam yang mengkilap.

Siswa kelas X-1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar ini memimpin pasukan Peraturan Baris-berbaris (PBB) saat menyambut kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) awal Juni lalu. Fadil dan seratusan siswa lainnya ditempa di sekolah yang diperuntukkan untuk keluarga tidak mampu itu sejak Juli 2025.

Anak pasangan Ifrad dan Rifad Fuadi diterima menjadi siswa sekolah rakyat setelah tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos, dinas sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan penjangkauan. Keluarga yang tinggal di Desa Dilip Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar ini termasuk masyarakat miskin dengan kategori desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sang ayah Ifrad tidak bekerja dan sedang sakit-sakitan, sementara ibunya bekerja serabutan dengan penghasilan per bulan Rp 500 ribu. Fadil pernah bersekolah sambil bekerja di warung kopi, dan warung nasi untuk memenuhi biaya sehari-hari sebelum diterima di sekolah rakyat.

Foto: Menteri Sosial Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar (foto: Agus Setyadi)

Dia bahkan pernah terpaksa mengenakan seragam abangnya karena orang tuanya tidak cukup uang untuk membeli seragam sekolah baru. Remaja kelahiran 9 Desember 2008 itu duduk di bangku SD dan MTSN 4 Jeurela dengan serba kekurangan.

"Sewaktu sekolah dulu saya juga kerja untuk cari uang jajan. Pernah kerja di warung dan doorsmeer," kata Fadil awal Juni lalu.

Titik kehidupan Fadil berubah setelah namanya ditetapkan pemerintah sebagai siswa sekolah rakyat berlokasi di Sentra Darussa'adah, Darul Imarah, Aceh Besar. Sejak hari pertama masuk sekolah, aktivitasnya lebih teratur dengan disiplin tinggi.

Fadil dan siswa lainnya diwajibkan tinggal di asrama. Saban hari, Fadil wajib bangun sekitar pukul 04.30 WIB untuk persiapan salat Subuh dilanjutkan dengan persiapan sekolah. Mereka belajar sejak pagi pagi dengan fasilitas lengkap.

Setiap siswa dibekali satu laptop, dan alat tulis. Selain itu, di kelas juga ada smart board yang dipakai untuk proses belajar mengajar.

Pulang sekolah, Fadil berlatih pencak silat. Berkat ketekunannya, Fadil mewakili sekolahnya dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA tingkat Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung 10-11 Juni lalu dan meraih juara 3.



Simak Video "Video: Momen Paduan Suara Sekolah Rakyat Persembahkan Lagu Hari Merdeka di Istana"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork