BNPB Sebut 99,9% Huntara Korban Banjir Sumatera Selesai Dibangun

Aceh

BNPB Sebut 99,9% Huntara Korban Banjir Sumatera Selesai Dibangun

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 22 Jun 2026 23:19 WIB
BNPB mengaku pembangunan Huntara untuk korban banjir tiga provinsi di Sumatera hampir rampung. (dok. BNPB)
Foto: BNPB mengaku pembangunan Huntara untuk korban banjir tiga provinsi di Sumatera hampir rampung. (dok. BNPB)
Banda Aceh -

BNPB mengaku saat ini sudah hampir rampung membangun hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir tiga provinsi di Sumatera. Mereka akan fokus membangun hunian tetap (Huntap).

"Kami sudah menyelesaikan 99,9% pembangunan Huntara. Yang masih dalam progres, menurut data yang kami punya, adalah huntara untuk warga terdampak yang tidak memiliki hak atas tanah dan bangunan atau yang statusnya menyewa," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Huntara yang dibangun lebih 20 ribu unit. Menurutnya, BNPB selanjutnya akan membangun Huntap mandiri atau insitu yakni hunian berlokasi di lahan milik warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Huntap komunal atau terpusat dibangun Kementerian PUPR/PKP.

"Saat ini BNPB telah mulai membangun 900-an rumah. Jumlah target pembangunan huntap baik yang mandiri maupun komunal adalah 39.000 unit," ujar Suharyanto.

ADVERTISEMENT

Suharyanto hari ini berkunjung ke Aceh Tamiang untuk meninjau langsung progres pemulihan pasca bencana di wilayah Sumatera yang telah memasuki bulan ke-7. Menurutnya, seluruh provinsi terdampak bencana sudah tidak ada lagi yang berstatus tanggap darurat.

Dia menyebutkan, pemerintah berkomitmen mempercepat penyediaan hunian bagi korban serta berbagai program pendukung lainnya bagi masyarakat terdampak. Komitmen itu disebut terlihat dari persetujuan pemerintah pusat bersama DPR untuk mengucurkan dana pemulihan pasca bencana Sumatera sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026-2028.

Dana tersebut dialokasikan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencakup perbaikan infrastruktur, rehabilitasi rumah rusak, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan mitigasi dan pemulihan lingkungan. Dana yang baru disetujui ini akan dikelola oleh kementerian/lembaga terkait.

"Artinya kementerian yang selama ini menunggu, sekarang sudah mulai bisa bekerja lagi," ujarnya.

Anggaran sebesar Rp 100,1 triliun disebut tidak termasuk dalam anggaran kebencanaan yang dikelola oleh BNPB melalui skema Dana Siap Pakai (DSP). Sejak awal masa tanggap darurat hingga saat ini, menurut Suharyanto, BNPB dibekali Dana Siap Pakai sekitar Rp 4 Triliun yang digunakan untuk segala kebutuhan penanganan bencana di tanah air.

Untuk penanganan bencana Sumatera, DSP dialokasikan untuk berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab BNPB, di antaranya adalah penyediaan logistik, pembangunan huntara, pembangunan Huntap mandiri, dana tunggu hunian, dana stimulan rumah rusak ringan/sedang, dan lainnya.

"Kami memastikan dana tersebut digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui pendampingan teknis kepada pemerintah daerah, pengawasan distribusi bantuan, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga," ujarnya.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang. Bantuan telah disalurkan tiga tahap di Aceh Tamiang dan dua tahap di Aceh Utara.

"Dana stimulan ini akan terus diberikan sesuai dengan permintaan dari kepala daerah, jika nanti ada permintaan dan terverifikasi kami akan berikan lagi dana ini," jelasnya.

Sementara itu, untuk Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp1,8 juta per 3 bulan pun telah diberikan kepada ribuan kepala keluarga dan berlanjut hingga 6 bulan. Berbagai program logistik, pemulihan ekonomi, dan pendukung lainnya terus berjalan dan BNPB menegaskan pemerintah tidak mengabaikan warga terdampak bencana.

"Kita memang banyak kekurangan, kelemahan. Saya sebagai Kepala BNPB mengakui itu. Tetapi kami punya tekad memperbaiki kekurangan dan kelemahan itu dan berusaha membantu masyarakat," kata Suharyanto.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video BNPB: Hampir Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads