Akademisi, Ulama, hingga Tokoh Masyarakat di Sumut Nyatakan Dukung Program Prabowo

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Jumat, 19 Jun 2026 18:28 WIB
Acara Temu Tokoh, Dialog dan Sikap Moral Menjaga Persatuan yang berlangsung di Kota Medan (Foto: Dok. Ahmad Arfah/detikSumut)
Medan -

Sejumlah akademisi, ulama, hingga tokoh masyarakat di Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap berbagai program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintah memiliki tujuan baik dan perlu dikawal bersama agar berjalan optimal di lapangan.

Akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Iwan Nasution mengatakan salah satu program yang mendapat perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan positif karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Pak Prabowo mengumpulkan pengusaha sawit yang menunggak pajak, dari pajak-pajak itu lah yang disalurkan untuk MBG," ujar Iwan dalam acara Temu Tokoh, Dialog dan Sikap Moral Menjaga Persatuan Bangsa di Medan, Jumat (19/6/2026).

Ia menilai program tersebut merupakan kebijakan yang baik, meski pelaksanaannya tetap perlu mendapatkan pengawasan dari masyarakat.

"Program ini baik. Bahwa kemudian bagaimana jalannya di lapangan, kita lah yang bersama mengawasi," katanya.

Iwan menilai, program lain seperti Koperasi Desa Merah Putih hingga Sekolah Rakyat juga bernilai baik. Alasannya, program ini ditujukan langsung terhadap masyarakat kecil.

Senada dengan Iwan, Akademisi Universitas Medan Area (UMA) Ara Auza menyebut program pemerintah tersebut bukan hanya dinilai baik, tetapi mulia karena memiliki nilai kemanusiaan.

"Bukan hanya baik, tapi juga mulia. Karena memberi makan orang itu adalah tindakan yang mulia," kata Ara.

Ara juga menanggapi adanya kritik maupun aspirasi dari mahasiswa terkait pelaksanaan program pemerintah. Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari proses demokrasi, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan.

"Yang disampaikan teman-teman mahasiswa adalah aksi, dan pemerintah sekarang melakukan reaksi dengan perbaikan tata kelola," ujarnya.

Sekretaris Al-Washliyah Sumatera Utara Alim Nur Nasution juga menyampaikan sikap dukungan terhadap MBG yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Menurutnya, adanya kritikan yang saat ini terhadap program itu hanya menjadi pengingat agar program dapat berjalan dengan baik.

"Orang baik itu kata Al-Quran harus memberi. Hari ini pemerintah membiayai, memberikan makan rakyat kita malah ngeyel. Jadi program ini tidak salah, tapi memang ada orang yang mengerjakannya salah," tuturnya.

Alim Nur mengatakan, siswa-siswi di sekolah Al-Washliyah juga merupakan penerima manfaat dari program MBG ini. Dia menyebut, setidaknya ada 50 ribu siswa Al-Washliyah di Medan, Binjai, Deli Serdang penerima manfaat MBG ini.

"Jadi ini program yang baik. Kalau ada orang yang salah, menyelewengkannya, tangkap," jelasnya.

Bukan hanya soal penyelewengan, Alim Nur juga menyoroti sekolah-sekolah yang menjadi penerima MBG. Menurutnya, MBG harus diprioritaskan kepada sekolah-sekolah dengan siswa dengan ekonomi menengah ke bawah.

"Kalau sekolah terpadu yang diberikan kan menyalah," jelasnya.

Perwakilan BKPRMI Sumut, Syafrizal Harahap, mengatakan program Presiden Prabowo Subianto berdampak langsung kepada masyarakat. Syafrizal mengapresiasi berdirinya Kementerian Haji dan Umrah yang membuat pelaksanaan haji tahun 2026 ini jauh lebih baik.

"Bisa ditanya dengan yang berangkat. Sekarang banyak perubahan, fasilitas. Dan tidak lagi banyak yang meninggal dunia," tuturnya.

Terkait MBG, Syafrizal memastikan program ini adalah program baik. Dia mengingatkan di dalam agama memberi adalah hal yang baik dilakukan untuk sesama manusia.

Tokoh Muda Sumatera Utara, Surya Kurniawan, juga menilai banyak sekali program yang berjalan di era Presiden Prabowo yang bermanfaat langsung ke masyarakat.

Terkait adanya penolakan terkait sejumlah program pemerintah oleh sejumlah kelompok mahasiswa saat ini, Surya menilai hal itu merupaka hal wajar. Namun dia meminta agar aksi demonstrasi dilakukan dengan santun dan mengedepankan ide.

"Bahasa yang kita sampaikan di ruang publik menjadi perhatian masyarakat. Kita tidak ingin ada degradasi nilai, degradasi moral yang dipertontonkan secara terang-terangan dan menjadi konsumsi publik," paparnya.

Surya juga melihat sosok Prabowo Subianto adalah pemimpin yang santun. Selama menjabat, sebut Surya, Prabowo tidak pernah menjelekkan pemimpin sebelumnya.



Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"

(afb/dhm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork