Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengibarkan bendera Palestina usai membawa timnya memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Momen emosional itu terjadi setelah Mesir menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti.
Dalam pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Sabtu (4/7), Mesir lebih dulu memimpin berkat gol Ashour pada babak pertama.
Namun, Australia mampu menyamakan kedudukan di awal babak kedua setelah Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada babak tos-tosan, Mesir tampil lebih tenang dan berhasil menang dengan skor 4-2 setelah dua penendang Australia gagal menjalankan tugasnya.
Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir. Untuk pertama kalinya, tim berjuluk The Pharaohs berhasil melaju ke fase gugur Piala Dunia dan kini memastikan langkah ke babak 16 besar.
Selanjutnya, Mohamed Salah dan rekan-rekannya dijadwalkan menghadapi Argentina pada babak 16 besar yang berlangsung Selasa (7/7). Seusai pertandingan, Hossam Hassan tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Sebagai bentuk solidaritas, Hassan mengibarkan bendera Palestina di lapangan dan mempersembahkan kemenangan tersebut kepada rakyat Palestina.
"Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan rakyat Palestina yang terhormat. Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada Palestina," ujarnya dengan sedikit berkaca-kaca seperti dilansir detikSport dari Al Jazeera.
Hassan kemudian kembali menyampaikan dukungannya kepada rakyat Palestina.
"Hati dan jiwa saya bersama rakyat Palestina. Semoga Allah melindungi orang-orang yang hidup dan merahmati para syuhada di sana," sambungnya.
Hingga kini, Palestina masih berada dalam konflik bersenjata dengan Israel yang semakin meningkat sejak invasi besar-besaran pada Oktober 2023. Konflik tersebut dilaporkan telah menyebabkan sekitar 70 ribu warga Palestina meninggal dunia, sementara sekitar 170 ribu lainnya mengalami luka-luka.
(afb/afb)
