Mengenal Apa Itu Menerbeb dalam Suku Pakpak

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Kamis, 11 Jun 2026 18:01 WIB
Foto: Ilustrasi Pakpak Silima Suak. (Chatgpt Image)
Medan -

Bagi masyarakat Suku Pakpak yang berada di Sumatra Utara, momen membahagiakan orang tua bukan hanya sekadar keinginan di dalam hati, tetapi merupakan suatu adat yang penuh makna yang dikenal dengan nama Menerbeb. Tradisi yang unik ini menunjukkan betapa besarnya rasa hormat seorang anak terhadap kedua orang tuanya dalam budaya Pakpak.

Yuk, kenali lebih dekat apa itu tradisi Menerbeb, makna filosofis, hingga keunikannya yang menyentuh hati!

Apa itu Tradisi Menerbeb?

Berdasarkan jurnal dari Tradisi Menerbeb Pada Suku Pakpak Sebagai Penghormatan Pada Orang Tua Melalui Pendekatan Pada Efesus 6:1-3 oleh Andika Padang. Menerbeb adalah tradisi pakpak yang dilakukan seseorang kepada orangtua sebagai tanda terima kasih dan tradisi menyenangkan orangtua dari keberhasilan seorang anak.

Menariknya, Menerbeb tidak hanya sebatas menyajikan makanan lezat saja. Ketika upacara ini berlangsung, seorang anak (disebut sebagai penerbeb) biasanya membawa maksud atau doa khusus yang ingin disampaikan langsung kepada orang tuanya. Sebagai pelengkap rasa cinta, sang anak umumnya juga memberikan tanda kasih berupa hadiah fisik yang bernilai, seperti perhiasan emas, pakaian baru, sarung kancing, atau barang lain yang dianggap layak dan pantas

Umumnya menerbeb dilakukan idealnya pada saat pagi hari atau (perkeke mataniari) yang bermakna bisa meningkatkan rezeki dan berkat layaknya dan matahari terbit. Dan uniknya, menerbeb ini umumnya tidak diberitahu kepada pihak yang akan di beri makan (diserbeb), layaknya sebuah kejutan.

Kapan Tradisi Ini Biasanya Dilaksanakan?

Masyarakat suku Pakpak biasanya menggelar upacara Menerbeb ketika sang anak sedang berada dalam fase kehidupan yang baik dan penuh kesyukuran. Beberapa momen penting tersebut di antaranya:

· Saat mendapatkan rezeki tak terduga atau hasil ladang yang melimpah.

· Ketika baru saja mendapatkan pekerjaan atau naik jabatan.

· Saat anak akan melangsungkan pernikahan.

· Ketika seorang anak baru saja kembali dengan selamat dari perantauan.

Dan tentunya untuk makanan yang dihidangkan dalam tradisi Menerbeb tidak boleh sembarangan karena memuat simbol filosofis yang mendalam. Hidangan utamanya adalah Ikan Binenem yang dimasak dengan bumbu dan teknik khas Pakpak yang diwariskan turun-temurun. Ikan ini dipilih karena dipercaya membawa nilai tradisional tinggi serta mendatangkan berkah dan kebersamaan.

Selain itu, ada pula Ikan Batang Lae atau yang lebih dikenal sebagai ikan jurung dalam bahasa Indonesia. Dalam kebudayaan Pakpak, ikan Batang Lae melambangkan semangat juang yang tinggi dalam menghadapi tantangan hidup serta keberanian dan keteguhan hati.

Itulah penjelasan lengkap mengenai tradisi Menerbeb, sebuah bentuk penghormatan penuh kasih sayang dari generasi muda Suku Pakpak kepada orang tua mereka. Menerbeb membuktikan bahwa adat istiadat nusantara selalu punya cara yang indah untuk mempererat ikatan kekeluargaan. Semoga artikel ini menambah wawasan budaya Anda hari ini!

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detikcom



Simak Video "Video: Kejati Sumut Tahan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Smartboard"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork