Simak! Ini 10 Kemungkinan Penyebab Dada Terasa Terbakar

Simak! Ini 10 Kemungkinan Penyebab Dada Terasa Terbakar

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Kamis, 11 Jun 2026 07:30 WIB
people chest pain from heart attack. healthcare concept
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelyday12)
Jakarta -

Sensasi dada terasa terbakar kerap bikin seseorang khawatir, terutama karena gejala tersebut sering dikaitkan dengan gangguan jantung. Rasa panas atau terbakar pada dada memang dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, jantung, hingga gangguan pada paru-paru.

Walau dalam beberapa kasus penyebabnya tak berbahaya, keluhan dada terasa terbakar tetap tak boleh dianggap sepele. Terlebih bila disertai gejala lain seperti sesak napas, nyeri yang menjalar ke lengan.

10 Kemungkinan Penyebab Dada Terasa Terbakar

Melansir detikHealth, berikut sederet kemungkinan penyebab dari rasa terbakar di dada:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Anxiety

Gejala anxiety atau kecemasan bisa bervariasi dari orang ke orang. Dilansir dari laman Healthline, nyeri dada yang berhubungan dengan kecemasan juga dapat berbeda.

Sejumlah orang mungkin mengalami nyeri dada yang bertahap, sementara yang lain, nyeri yang dirasakan bisa tiba-tiba. Nyeri dada dari gejala kecemasan bisa meliputi:

ADVERTISEMENT
  • Rasa terbakar, mati rasa, nyeri tumpul
  • Nyeri tajam dan menusuk
  • Nyeri dada terus menerus
  • Sesak di dada.

2. GERD

Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi saat asam lambung naik secara teratur ke kerongkongan. Ini adalah kondisi kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.

Sensasi terbakar di dada merupakan salah satu gejala GERD. Bila mengalami GERD, seseorang mungkin mengalami heartburn atau gejala lainnya satu kali atau lebih dalam seminggu. Sejumlah gejala GERD lainnya yaitu:

  • Kesulitan menelan
  • Merasa maka atau cairan asam naik dari kerongkongan ke tenggorokan
  • Merasa seperti ada benjolan di tenggorokan
  • Bersendawa
  • Nyeri di perut bagian atas
  • Sesak napas
  • Sakit punggung setelah makan
  • Sakit tenggorokan terus menerus.

3. Hernia Hiatus

Hernia hiatus terjadi ketika sebagian perut menekan ke dalam rongga dada lewat lubang diafragma. Gejalanya mirip dengan GERD dan tukak lambung, termasuk rasa terbakar di dada serta:

  • Bersendawa
  • Kembung
  • Rasa asam di bagian belakang tenggorokan
  • Nyeri di perut atau kerongkongan.

4. Esofagitis

Seringnya terjadi refluks asam lambung dapat menyebabkan peradangan pada kerongkongan atau esofagitis. Seiring waktu, esofagitis dapat menyebabkan jaringan parut dan penyempitan lapisan kerongkongan, yang bisa mempengaruhi kemampuannya untuk membawa makanan ke lambung.

Selain menimbulkan sensasi terbakar serta nyeri di area dada dan perut bagian atas, esofagitis juga dapat menyebabkan:

  • Rasa sakit menelan
  • Sulit menelan
  • Sensasi makanan tersangkut di saluran makan.

5. Tukak Lambung

Tukak lambung atau luka terbuka di lambung disebabkan oleh asam yang mengikis lapisan lambung. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh bakteri Heliobacter pylori dan penggunaan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.

Tukak lambung bisa bikin seseorang sering mengalami rasa terbakar di bagian atas perut atau tengah dada. Rasa sakit bisa memburuk di malam hari, setelah lama tidak makan, atau tepat setelah makan. Gejala lainnya meliputi:

  • Kembung
  • Sendawa terus menerus
  • Merasa kenyang meski makan sedikit-sedikit
  • Mual

6. Asma

Asma merupakan kondisi yang melibatkan penyempitan saluran udara di paru-paru. Penyempitan tersebut mencegah oksigen yang cukup masuk ke paru-paru dan ke seluruh tubuh.

Ketika asma, seseorang bisa merasakan sesak dan sulit bernapas. Gejala lainnya yaitu:

  • Batuk
  • Mengi (suara bersiul saat bernapas)
  • Sesak napas.

Dikutip dari laman WebMD, saat mengalami asma, kemungkinan untuk merasakan heartburn atau rasa terbakar di dada meningkat. Jika sering mengalami heartburn, hal tersebut bisa memicu gejala asma atau memperburuknya.

7. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang menyebabkan organ ini terisi udara atau nanah. Bakteri, virus, dan jamur bisa menyebabkan penyakit ini.

Nyeri dada atau rasa terbakar karena pneumonia dapat terjadi ketika seseorang menarik napas dalam-dalam atau batuk. Gejala lainnya meliputi:

  • Panas dingin
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Demam
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah

8. Angina

Angina adalah kondisi nyeri atau ketidaknyamanan di dada ketika sebagian otot jantung tidak mendapat cukup darah kaya oksigen.

Dilansir dari laman National Heart, Lung, and Blood Institute, nyeri angina bisa terasa seperti tekanan, remasan, sesak atau rasa terbakar di dada. Rasa tak nyaman ini juga bisa menyebar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung, seperti serangan jantung.

9. Emboli Paru

Emboli paru merupakan penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh gumpalan darah yang berpindah dari kaki (trombosis vena dalam) atau bagian lainnya ke paru-paru. Meski tidak terlalu umum, emboli paru bisa menyebabkan rasa terbakar di dada.

Biasanya, emboli paru menyebabkan nyeri tajam di dada yang memburuk saat menarik napas, batuk, makan, atau membungkuk. Gejala lainnya yaitu:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Pusing
  • Sesak napas yang memburuk saat beraktivitas
  • Batuk, kadang disertai darah
  • Pembengkakan, nyeri dan rasa hangat di kaki.

10. Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi saat pembuluh darah yang memasok jantung tersumbat. Gejala serangan jantung pada dada terasa seperti tekanan, remasan, rasa terbakar atau nyeri di bagian tengah atau sisi tubuh.

Nyeri mungkin hilang dan muncul kembali, serta bisa menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Adapun gejala lain dari serangan jantung meliputi:

  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Pusing

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Damay, SpJP (K), FIHA, FICA, gejala serangan jantung dan GERD bisa mirip. Rasa panas di dada pada serangan jantung umumnya lebih berat. Pasien juga bisa merasakan adanya tekanan dan tidak nyaman di dada.

"Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti 'GERD' atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini," katanya.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Bila mengalami salah satu gejala berikut, rasa terbakar di dada mungkin merupakan tanda serangan jantung atau irama jantung abnormal yang serius:

  • Sensasi tertekan, nyeri, begah, atau tekanan di bagian tengah atau sisi kiri dada
  • Nyeri menjalar ke rahang, leher, bahu, lengan, atau punggung (mungkin terjadi sebelum merasakan nyeri dada)
  • Sesak napas bahkan hanya karena melakukan aktivitas ringan
  • Muntah
  • Mual
  • Pusing
  • Kelelahan ekstrem tanpa diketahui penyebabnya
  • Berkeringat atau kedinginan
  • Detak jantung lambat atau cepat secara tidak normal.
Halaman 3 dari 3


Simak Video "Video: Punya GERD, Amankah Menyantap Daging Kurban?"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads