Abdul Wahid Cerita Hubungan dengan SF Hariyanto, Ungkit Dana Pilkada

Riau

Abdul Wahid Cerita Hubungan dengan SF Hariyanto, Ungkit Dana Pilkada

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 03 Jun 2026 16:40 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto setelah selesai sidang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto setelah selesai sidang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dihadirkan sebagai saksi pada kasus 'jatah preman' yang menjerat Abdul Wahid, Arief Setiawan dan Dani Nursallam. Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid pun menceritakan kondisi hubungan dengan SF Hariyanto dan mengungkit dana kampanye pada Pilkada lalu.

Awalnya Wahid bertanya soal pertama kali keduanya memutuskan untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024. Wahid mengaku diajak maju oleh SF Hariyanto.

"Saya mau bertanya dengan bapak, waktu kita mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur apakah saya yang ingin menjadi gubernur atau bapak jadi gubernur," tanya Wahid di persidangan, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SF lalu mengaku pertanyaan itu tidak ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). SF pun mempertanyakan ke majelis perihal pertanyaan Abdul Wahid.

"Di BAP saya tidak ada itu," kata SF.

ADVERTISEMENT

Hakim mempersilahkan SF apakah mau menjawab atau tidak. SF lalu menjelaskan awal mula keduanya akhirnya maju sebagai pasangan 'Bermarwah' di Pilkada Serentak 2024.

"Ada ndak nafsu saya ingin jadi gubernur, menggebu-gebu nggak saya mau jadi gubernur," tanya Wahid.

"Kalau nafsu ya bapaklah yang tahu nafsu bapak," ucap SF Hariyanto disambut gelak tawa pengunjung sidang.

"Artinya bapak yang minta saya maju," kata Wahid.

"Namanya minta ya wajar-wajar saja pak," kata SF memotong Abdul Wahid.

"Tidak ada maksud lain di balik itu," tanya Wahid.

"Tidak ada," kata SF tegas.

"Setelah perjalanan bapak tadi soal gubernur satu dan gubernur dua. Bapak enggan dipanggil wakil gubernur, apakah betul," tanya Wahid lagi.

Saat itulah SF menjawab dengan santai perihal isu gubernur satu dan gubernur dua. Isu ini sebelumnya tersebar luas tak lama setelah keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto Februari 2025 lalu.

"Saya tidak ada masalah, gubernur sudah, sekda sudah. Semua sudah saya rasakan, tidak ada masalah," kata SF lagi.

Wahid lalu melanjutkan pertanyaan dengan mengungkit soal dana Pilkada Serentak. Ia menyebut ada isu berkembang soal kalimat 'paling banyak keluar uang' saat pilkada lalu antara keduanya.

"Sebelum pelantikan bapak ada ngomong 'uang saya paling banyak keluar. Saya ini tidak pernah keluar uang, betul itu," tanya Wahid.

"Saya tidak pernah ngomong apa-apa," kata SF.

Ketua PKB Riau itu lalu mengungkap soal pertemuan setelah pelantikan saat SF ingin bertemu Abdul Wahid via telephone. Wahid pun menyampaikan akan menemui SF didampingi Dani Nursallam.

Dalam pertemuan itu SF disebut membahas soal Wahid pernah diperiksa penyidik KPK. Namun tidak dijelaskan secara rinci kasus apa yang menyebabkan Wahid diperiksa tim Anti Rasuah.

SF Hariyanto yang mendengar ucapan dari Wahid langsung membantah. Menurutnya tidak ada pembahasan spesifik saat mereka bertemu.

Hakim yang mendengar keduanya terlihat mulai berdebat lalu mengambil peran. Hakim meminta Wahid tidak membuat kesimpulan.

Wahid kemudian kembali mengungkap ada beberapa kali pertemuan antara keduanya. Terutama saat SF Hariyanto meminta maaf dan mencium tangan Wahid.

"Berapa kali kah bapak minta maaf sama saya dan cium tangan saya," tanya Wahid.

"Saya tidak pernah minta maaf ataupun cium tangan bapak. Siapa bapak kiranya, saya minta maaf," tegas SF membantah.

Tak sampai di situ, Wahid lalu mengungkap keretakan keduanya yang kian meruncing. Bahkan Wahid mempertanyakan mengapa SF sampai marah kepada dirinya.

"Saya cukup baik dan akrablah dengan Pak SF Hariyanto ini Yang Mulia. Mengapa bapak bisa marah dan merasa tidak saya tak memperankan sebagai wakil gubernur," tanya Wahid.

"Ya bapak aja tanya diri sendiri, jawab sendiri. Kan saya tidak pernah dapat disposisi surat, paraf tidak pernah," kata SF tegas.

Diketahui, SF dihadirkan oleh JPU dalam sidang kasus 'jatah preman'. SF hadiri di PN Tipikor Pekanbaru dengan kemeja putih selama hampir 5 jam tanpa jeda.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads