Setiap umat Islam yang menunaikan ibadah haji pasti menginginkan menjadi haji mabrur. Bukan sekadar gelar, predikat itu menandakan bahwa ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT dan bisa membawa perubahan nyata dalam kehidupan seseorang.
Dilansir detikHikmah dari Buku Pintar & Praktis Haji & Umrah Lengkap Sesuai Sunnah oleh Ratih Puspitawati, secara bahasa al mabrur berasal dari kata al birru. Adapun arti kata tersebut yakni kebaikan atau kebajikan.
Sehingga, al hajjul mabrur adalah haji yang dipenuhi nilai kebaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT. Pelaksanaannya dilakukan sesuai tuntunan syariat, serta memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.
Predikat ini harus diupayakan sejak sebelum, saat, hingga setelah pelaksanaan haji. Hal tersebut bukan datang secara instan.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, haji mabrur termasuk amal utama setelah iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya. Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga." (HR Bukhari)
4 Ciri-ciri Haji Mabrur
Ada beberapa tanda ciri-ciri haji mabrur. Salah satunya yang bisa dilihat dari perubahan seseorang setelah menunaikan ibadah haji.
1. Menjauhi Perbuatan Maksiat
Perubahan paling mendasar adalah meninggalkan perbuatan maksiat. Dalam hadits riwayat Muslim dijelaskan bahwa orang yang berhaji dengan benar dan menjauhi rafats (perbuatan keji) serta fusuq (maksiat), akan kembali seperti bayi yang baru lahir-bersih dari dosa.
Artinya, haji mabrur ditandai dengan kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi dosa di masa lalu.
2. Bertutur Kata Santun
Perubahan lain yang terlihat adalah dari cara berbicara. Orang dengan haji mabrur akan menjaga lisannya dari perkataan kasar, celaan, dan ucapan kotor.
Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela atau berkata kasar. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan, ciri haji mabrur adalah santun dalam berkata.
"Bukanlah seorang mukmin, orang yang suka mencela, orang yang suka melaknat dan orang yang suka berkata-kata kasar dan juga kotor." (HR At-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain dikatakan:
"Dari Jabir RA Berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah bersabda: Memberikan makanan dan santun dalam berkata." (HR al-Hakim dan al-Baihaqi: hadits ini sahih sanadnya namun tidak diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dan Muslim)
3. Menebarkan Kedamaian
Salah satu tanda utama haji mabrur adalah mampu menebarkan kedamaian di lingkungan sekitar. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa haji mabrur ditandai dengan memberi makan dan menyebarkan salam.
Artinya, seseorang yang hajinya mabrur akan menjadi pribadi yang membawa ketenangan dan kebaikan bagi orang lain.
4. Memiliki Kepedulian Sosial
Haji mabrur juga tercermin dari meningkatnya kepedulian terhadap sesama. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan membantu orang lain, termasuk memberi makan kepada yang membutuhkan.
Nilai sosial ini menjadi bukti bahwa ibadah haji tidak hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga sosial.
Cara Meraih Haji Mabrur
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan predikat haji mabrur. Masih mengutip buku yang sama, berikut ini cara meraih haji mabrur:
- Meluruskan niat hanya karena Allah SWT
- Mempelajari manasik haji sesuai sunnah
- Menjalankan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan khusyuk
- Memperbanyak zikir dan talbiyah
- Menjauhi larangan seperti rafats, fusuq, dan jidal
- Menggunakan harta yang halal untuk berhaji
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR Muslim)
Dengan memahami ciri-ciri ini, setiap jemaah diharapkan tidak hanya fokus pada pelaksanaan haji, tetapi juga menjaga kualitas diri agar meraih predikat haji mabrur yang balasannya adalah surga.
Wallahu a'lam.
Artikel ini telah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini
Simak Video "Sebelum Berangkat Haji, Wajib Tahu 5 Hal Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































