Ketika membahas kuliner khas Sumatera Utara, terutama masakan tradisi Batak, Andaliman pasti salah satunya. Rempah unik satu ini sering disebut 'Merica Batak'.
Andaliman sering disebut 'Merica Batak' karena penampilannya mirip merica. Rasa andaliman membuat lidah siapapun terasa mati rasa, bergetar, dan ketagihan.
Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang rempah istimewa dari Tanah Batak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sensasi Getir Pada Andaliman
Menurut buku Mengenal Potensi Merica Batak: Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) karya Angelia Utari Harahap, S. Pt, MP dan Rikardo Silaban, S. Pt, M.Si, Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) termasuk dalam keluarga jeruk (Rutaceae). Oleh karena itu, selain memberikan rasa pedas yang tajam, andaliman juga menawarkan aroma segar yang sangat kuat menyerupai jeruk.
Yang menarik, rempah ini tidak hanya ada di Indonesia. Tumbuhan ini juga tumbuh secara alami di beberapa negara lain seperti India Utara, Nepal, Pakistan Timur, Myanmar, Thailand, hingga Tiongkok. Di Sumatera Utara sendiri, andaliman memiliki banyak sebutan lokal yang menarik. Masyarakat Simalungun menyebutnya Intir-intir, penduduk Karo dan Pakpak menyebutnya Tuba, sedangkan di Tapanuli Selatan dikenal sebagai Syarnyar.
Menanam andaliman bukanlah hal yang mudah. Rempah khas Batak ini dikenal sebagai tanaman "eksklusif" yang tidak dapat berkembang dengan sembarangan. Ia tumbuh sebagai semak berduri yang dapat mencapai tinggi hingga 5 meter, namun di balik penampilannya yang liar, andaliman sebenarnya cukup sensitif dan sulit untuk dibudidayakan.
Keunikan andaliman terletak pada cara pertumbuhannya yang sangat tergantung pada lingkungan alam. Tanaman ini memiliki kemampuan berkecambah yang cukup rendah, sehingga biji-bijinya tidak tumbuh dengan mudah seperti rempah-rempah lainnya. Di habitat aslinya, andaliman biasanya tumbuh dengan bantuan burung yang mengonsumsi buahnya kemudian menyebarkan biji-bijinya ke ladang maupun hutan yang terbuka.
Banyak petani menemukan bibit andaliman yang tumbuh secara "ajaib" di tempat-tempat yang sebelumnya dibakar oleh rumput liar atau di lahan lama yang telah dibersihkan. Oleh karena itu, andaliman sering disebut sebagai rempah-rempah langka dengan karakteristik yang unik dan sulit untuk dikuasai.
Ciri Fisik dan 3 Varietas Andaliman
Secara fisik, pohon andaliman memiliki duri pada batang dan cabangnya yang berwarna merah kasar. Bunganya berukuran sangat kecil, sekitar 3 mm, dan tidak memiliki daun mahkota. Buahnya yang digunakan oleh kita berbentuk bulat kecil berwarna hijau saat masih muda, lalu akan berubah menjadi kemerahan dengan biji hitam legam saat sudah matang.
Berdasarkan penelitian di kawasan Danau Toba, andaliman ternyata terbagi menjadi tiga jenis utama (varietas) yang perlu kamu ketahui:
- Varietas Simanuk: Ini adalah jenis yang paling populer dan paling banyak dicari di pasar! Buahnya berukuran kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa pahit yang sangat kuat, serta pohonnya sangat produktif.
- Varietas Sihorbo: Buahnya cenderung lebih besar, namun aromanya kurang tajam dan hasil panen dari setiap pohon juga relatif sedikit.
- Varietas Sitanga: Varietas ini memiliki aroma yang sangat mencolok, dan uniknya mirip dengan bau kutu busuk, sehingga kurang diminati oleh banyak orang.
Tanpa andaliman, hidangan khas Batak terasa kehilangan identitasnya. Rempah utama ini menjadi bumbu yang penting dalam berbagai masakan tradisional, mulai dari Batak Toba, Angkola, hingga Mandailing.
Jika kamu mendatangi Sumatera Utara, jangan lewatkan untuk mencoba Arsik Ikan Mas (ikan mas dengan bumbu kuning yang kaya rempah), Naniura (hidangan ikan mentah yang "dimasak" dengan asam jungga dan andaliman, sering disebut Sashimi gaya Batak), serta olahan Ikan Sinyarnyar yang sangat menggugah selera.
Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk merasakan sensasi lidah bergetar dan kebas seperti merica Batak ini? Pastikan untuk menambahkan kuliner berandaliman ke dalam daftar makanan yang ingin kamu coba di petualangan selanjutnya!
Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu, peserta magang Kemnaker di detikcom
Simak Video "Ayam Geprek Sambal Andaliman yang Pedasnya Menggigit"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































