Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat menyimpan salah satu kisah heroik dalam sejarah perjuangan Indonesia pada 1947. Kilang minyak yang menjadi pusat industri energi nasional dibumihanguskan oleh pejuang untuk mencegah Belanda kembali menguasai aset strategis tersebut.
Dalam buku Kisah dari Deli: Masalah Sosial dan Pembangunan di Kota Medan (Jilid II), Erond L. Damanik menjelaskan bahwa kilang minyak di Pangkalan Brandan saat itu nyaris rusak total akibat perang yang berkecamuk di Langkat.
"Peristiwa ini populer disebut dengan 'Brandan Bumi Hangus' yang bergerak dari perbatasan gebang menuju Pangkalan Brandan," tulis Erond dalam bukunya.
Menurut Erond, aksi pembumihangusan dilakukan karena sejumlah orang Eropa masih bertahan di kawasan tambang minyak dan diduga tidak ingin meninggalkan aset tersebut. Untuk mengusir mereka, pasukan Republik membombardir kilang minyak yang sebelumnya menjadi pusat produksi energi terbesar di Sumatera Utara.
Penulis M. Basri, yang dikutip Erond, menyebut penghancuran itu dilakukan demi mencegah Belanda memanfaatkan kembali fasilitas minyak yang sangat vital.
"Pemusnahan (bumi hangus) yang dilakukan pada tahun 1947 itu dimaksudkan untuk mengusir Belanda yang menguasai tambang minyak Pangkalan Brandan," tulis Basri.
Simak Video "Video: Detik-detik Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Belanda 2026"
(astj/astj)