16 orang tewas akibat kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Korban meninggal dunia terdiri dari sopir, kernet, 12 penumpang bus ALS, sopir dan penumpang truk tangki.
Manajemen PT ALS menyampaikan beberapa hal terkait peristiwa kecelakaan tersebut. Salah satunya mengenai kondisi bus yang dianggap masih layak jalan meski sudah berusia di atas 20 tahun.
5 Hal Disampaikan PT ALS soal Kecelakaan Maut di Sumsel
1. Bus ALS Tabrakan di Sumsel Berusia 24 Tahun
Humas PT ALS Alwi Matondang menyebut kondisi bus yang tabrakan di Muratara dalam keadaan baik. Bus tersebut, kata dia, sudah ada sejak 2002 lalu atau kini sudah berusia 24 tahun.
"Sekitar 20 tahunan, dari tahun 2002," kata Alwi, Kamis (7/5/2026).
Alwi mengatakan, bahwa kondisi bus tersebut sangat terawat meskipun usianya sudah 24 tahun. Menurutnya, setiap bus selalu diperiksa sebelum diberangkatkan untuk beroperasi.
"Kalau pengecekan itu setiap akan beroperasi pasti kami cek dulu. Semua komponen, seperti rem, kondisi ban, lampu, dan mesin, semuanya kami periksa," ujarnya.
2. ALS yang Kecelakaan di Sumsel Bus Cadangan
Alwi menambahkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan bus cadangan yang digunakan apabila bus lain mengalami kendala. Meski demikian, bus itu masih masuk kategori layak jalan.
"Busnya masih layak. Posisinya sebagai bus cadangan. Jadi, ketika ada kebutuhan, misalnya ke Semarang, bus itu bisa diperbantukan," katanya.
3. Manajemen ALS Sebut Kecelakaan di Sumsel karena Sopir Hindari Lubang
Alwi mencari informasi mengenai penyebab kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM yang menewaskan 16 orang. Informasi awal yang diterimanya, kecelakaan terjadi karena sopir bus ALS menghindari lubang di jalan.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, bus kami menghindari lubang sehingga mengambil jalur berlawanan. Itulah yang menyebabkan kecelakaan," ucap Alwi.
Meski begitu pihak ALS masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian. "Kalau informasi resmi dari kepolisian belum kami terima," katanya.
Simak Video "Video: Keluarga Tes DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS VS Truk"
(astj/astj)