Fakta-fakta di Balik Hantavirus

Fakta-fakta di Balik Hantavirus

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Kamis, 07 Mei 2026 20:41 WIB
Hantavirus cells
Ilustrasi Hantavirus (Foto: Getty Images/iStockphoto/Enes Evren)
Medan -

Belakangan ini dunia internasional dibuat geger dengan pemberitaan penemuan kasus hantavirus di sebuah kapal persiar persiar MV Hondius yang beroperasi di dekat Tanjung Verde, fenomena ini menyebabkan 3 orang meninggal dan beberapa lainnya sakit. Sebanyak 149 penumpang dan kru tertahan akibat insiden yang pertama kali terkait kapal pesiar ini.

Lantas apa sebenarnya hantavirus? Bagaimana virus ini menyebar? Berikut fakta-fakta mengejutkan di balik hantavirus yang perlu diketahui.

Apa Itu Hantavirus?

Dikutip dari laman resmi World Health Organization (WHO), hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama yang Terinspirasi dari Sungai di Korea

Virus ini pertama kali diisolasi oleh Dr. Ho Wang Lee pada tahun 1976 setelah ribuan tentara jatuh sakit selama perang Korea sekitar tahun 1950an karena deman misterius, sehingga nama hanta virus terinspirasi dari Sungai Hantan yang ada di Korea.

Gejala yang Menipu

Pada tahap awal, gejala hantavirus sering kali menyerupai flu biasa sehingga banyak orang tidak menyadari bahaya. Beberapa gejala awal yang umum terjadi antara lain:

ADVERTISEMENT
  • Deman tinggi
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Tubuh lemas

Menyerang Organ yang Berbeda

Tergantung wilayah di mana hantavirus ditemukan, virus ini dapat menyerang organ yang berbeda.

  • Asia dan Eropa

Biasanya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.

  • Amerika

Menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. HPS sangat mematikan dengan tingkat kematian mencapai 38% hingga 40%.

Belum Ada Obat Khusus

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit hantavirus, akan tetapi perawatan medis suportif sejak dini sangat penting untuk meningkatkan harapan hidup dan berfokus pada pemantuan klinis yang ketat serta penangannan komplikasi penafasan, jantung, dan ginjal. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi kontak antara dan manusia dan hewan pengerat yang terinfeksi.

Penularan Hantavirus

Penularan hantavirus ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau hewan penerat yang terinfeksi. Meskipun lebih jarang, hantavirus juga dapat tertular melalui gigitan hewan pengerat.

Aktivitas yang melibatkan kontak dengan hewan pengerat seperti membersihkan ruang tertutup atau berventilasi buruk, pertanian, pekerjaan kehutanan, dan tidur di tempat tinggal yang dipenuhi hewan pengerat meningkatkan risiko paparan.

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads