Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal memperkenalkan satu program prioritas 'Banda Aceh Academy (BAA)' dalam perayaan HUT ke-821 ibu kota provinsi Aceh. BAA akan menjadi tempat melatih keterampilan generasi muda.
"Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan platform strategis pembangunan SDM unggul berbasis kolaborasi," kata Illiza dalam sambutannya di acara Seminar Best Practice (Banda Aceh Academy Talk) di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Rabu (22/4/2026).
Illiza menjelaskan, Banda Aceh Academy dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda, menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja, melahirkan wirausaha dan inovator baru, serta menjadikan Banda Aceh sebagai kota berbasis talenta (talent-based city).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini dibangun di atas empat pilar utama yaitu pertama digital skills dan teknologi yang bertujuan tujuannya untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital. Pilar kedua kewirausahaan dan ekonomi kreatif untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru dan inovatif.
Pilar ketiga adalah soft skills dan kepemimpinan yakni membentuk karakter, komunikasi, dan kemampuan kolaborasi. Terakhir link and match dengan dunia industri di mana kita memastikan kompetensi yang dimiliki relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Illiza menjelaskan, BAA Talk merupakan ruang dialog inspiratif yang mempertemukan generasi muda dengan para tokoh, praktisi, dan pemimpin inspiratif dari berbagai bidang. BAA Talk disebut hadir dengan tujuan untuk membuka wawasan generasi muda, membangun jejaring, menumbuhkan semangat inovasi dan kepemimpinan, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik di berbagai daerah dan sektor.
Seminar mengusung tema "Leading Regions, Shaping Indonesia's Future" itu diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan berdampak. Menurutnya, BAA Talk ke depan akan menjadi agenda tahunan sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda Banda Aceh.
"Melalui Banda Aceh Academy dan BAA Talk, kita menargetkan adanya peningkatnya kualitas tenaga kerja lokal, berkurangnya pengangguran generasi muda, tumbuhnya startup dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Banda Aceh," ujar Illiza.
Illiza menjelaskan, Banda Aceh hari ini merayakan hari jadi ke-821. Usia itu bukan hanya angka, tetapi simbol kematangan peradaban.
"Untuk itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen menjadikan kota ini sebagai kota yang maju, berbudaya, modern, dan religius, dengan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta berorientasi pada masa depan," ujar mantan Anggota DPR RI itu.
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin menegaskan bahwa fokus utama pembangunan Kota Banda Aceh ke depan adalah Banda Aceh Kota Kolaborasi," lanjutnya.
(agse/mjy)











































