Kota Banda Aceh hari ini genap berusia 821 tahun. Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal mengajak seluruh warga menjaga kota yang terbentuk tahun 1205 silam dengan penuh tanggungjawab.
Peringatan hari jadi Kota Banda Aceh diawali dengan upacara yang diikuti ASN, pelajar dan berbagai pihak terkait di Lapangan Neusu, Rabu (22/4/2026). Upacara juga dihadiri Wakil Walikota Afdhal Khalilullah, forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Illiza mengatakan, hari ini tidak hanya diperingati sebagai perjalanan Banda Aceh selama 821 tahun tetapi juga merayakan perjalanan panjang sebuah kota yang dibangun dengan nilai, sejarah, dan ketangguhan dari masa ke masa. Banda Aceh sudah melewati berbagai ujian mulai dari perang hingga tsunami yang menghancurkan kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banda Aceh terus berdiri, terus bangkit tanpa kehilangan jati dirinya yang religius dan berbudaya. Banda Aceh bukan sekadar tempat kita tinggal tapi rumah bersama yang harus kita jaga dengan penuh tanggungjawab," kata Illiza dalam sambutannya.
Dalam peringatan HUT dengan tema 'Sinergi Kolaborasi', Illiza memaparkan sejumlah capaian yang diraih ibu kota provinsi Aceh baik ditingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Banda Aceh juga terus memperkuat kolaborasi dan sinergi.
Illiza menyebutkan, Banda Aceh tahun ini juga dipercayakan menjadi tuan rumah rapat kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) I serta berbagai kegiatan lainnya. Sementara untuk perayaan hari jadi, ada sejumlah kegiatan dilakukan termasuk Banda Aceh Experience (City Expo).
"Seluruh capaian ini bukan hanya hasil kerja pemerintah tapi lahir dari kebersamaan, dari doa dan dukungan masyarakat serta dari semangat kolaborasi dan gotong royong seluruh warga," ujar Illiza.
"Di usia 821 tahun Banda Aceh tidak hanya melanjutkan sejarahnya tetapi menjaga amanah yang telah diwariskan oleh para ulama dan para pendahulu. Kota ini dibangun bukan hanya dengan fisik tetapi dengan iman, ilmu dan adab dan itu yang harus terus kita jaga. Melalui sinergi dan kolaborasi kita pastikan Banda Aceh tetap menjadi kota yang diberkahi, bermartabat dan memberi manfaat bagi umat," lanjut Illiza.
(agse/dhm)
