Seloroh Mendagri soal Akronim Sumut: Semua Urusan Mesti Uang Tunai

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 22 Apr 2026 18:59 WIB
Foto: Mendagri Tito Karnavian saat sambutan dalam acara Musrenbang Sumut 2027 di Medan. (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berseloroh soal akronim dari Sumatera Utara (Sumut). Sejak dulu, kata Tito, ia sudah mengenal akronim Sumut adalah Semua Urusan Mesti Uang Tunai.

Hal itu disampaikan Tito saat sambutan di acara pembukaan Musrenbang Sumut 2027 yang dihadiri oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution dan seluruh bupati/wali kota di Sumut. Awalnya Tito meminta agar pemerintah daerah membuka diri untuk para investor.

"Tolong hidupkan swasta, percuma berteori segala macam, kalau swastanya nggak hidup siapa yang mau dipajakin, hidupkan investasi, saya senang sekali dengar itu investor nasional dan lokal welcome, kuncinya ekosistem satu pintu saya lihat Medan bagus investor pengusaha jadi gampang," kata Tito Karnavian, Rabu (22/4/2026).

Tito menilai jika daerah yang belum punya Mal Pelayanan Publik bakal membuat investor frustasi saat pengurusan izin. Pengusaha disebut ingin mendapat proses pengurusan izin yang bisa diakses dengan baik.

"Yang belum punya pelayanan publik pasti susah dilempar sana sini udah frustasi duluan dia padahal yang punya duit dia bukan kita, dia pasti pengusaha berpikir saya pasti akan dapat yang lebih welcome dan friendly kepada saya, lapangan kerja dapat, PAD naik, produksi berjalan efeknya banyak," ujarnya.

"Kuncinya itu jangan sampai baru berlaku yang omongnya kita ada IUP kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? tantangan semua birokrat daerah ini," imbuhnya.

Mantan Kapolri ini kemudian mengungkapkan soal akronim Sumut yang ia dengar sejak masih aktif di Kepolisian yaitu 'Semua Urusan Mesti Uang Tanai'. Tito menilai ini membuat pengusaha kesulitan.

"Saya kalau nyebutkan ini semacam udah jadi jokes-nya kita lah bahwa Sumut itu semua usaha, apa Pak Bupati Deli Serdang? semua usaha? dari zaman saya polisi juga bahasanya gitu Sumut 'semua urusan mesti uang tunai', artinya kan sulit bagi para pengusaha itu," ucapnya.

Oleh karena itu, Tito mendorong agar akronim itu diganti sehingga pengurusan izin lebih mudah bagi pengusaha. Tito meminta agar pengusaha tidak dipungli sebelum usahanya jalan.

"Sumut 'semua urusan mesti uang tunai' harus diganti semua urusan mudah unggul transparan gitu dong, jangan dipalakin duluan perizinannya, kalau semua urusan jalan warna warna orange tadi naik karena apa? dipajakin jangan dipalakin sebelum mereka jalan," tuturnya.



Simak Video "Video Kemendagri Minta Pemda Ikut Kawal Perlindungan Medsos untuk Anak"

(niz/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork