Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengungkapkan saat ini ada gerakan pemekaran dan pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur. Gerakan ini disebut diinisiasi oleh Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian.
Hal itu disampaikan Bobby saat sambutan di acara pembukaan Musrenbang Sumut 2027 yang dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian dan seluruh bupati/wali kota di Sumut. Bobby awalnya mengatakan jika ada rencana pembangunan kawasan industri Sumut di Kabupaten Batu Bara.
"Kawasan Industri Terpadu, hari ini kami coba sedang melakukan pendekatan di daerah Batu Bara, ini ada kawasan industri kami coba bangun bersama-sama dengan Danareksa, ini di wilayah Batu Bara," kata Bobby Nasution, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bobby mengungkapkan ada wacana soal Baharuddin mau memekarkan Batu Bara sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Pantai Timur. Sehingga jika nanti dimekarkan, maka Bobby mengaku bakal batal membuat kawasan industri di lokasi itu.
"Cuman kalau mau dimekarkan sama Pak Bupati nggak jadi kami buatlah di sana, kalau jadi provinsi baru bukan kawasan industri Sumatera Utara jadinya kan, sama kek cabai tadi kita banyak fokuskan di Batu Bara, cuma kalau jadi mekar nggak jadi kita buat ini Pak," ungkapnya.
Bobby kemudian menjelaskan ke Tito Karnavian soal rencana Baharuddin mau membentuk Provinsi Sumatera Pantai Timur. Namun Bobby menyampaikan soal pesan Tito terkait pemekaran daerah.
"Mohon izin Pak Mendagri, Pak Bupati Batu Bara pengin mekar katanya menjadi Provinsi Sumatera Pantai Timur, saya sampaikan waktu di paripurna sama seperti yang pernah dibilang Pak Mendagri, ketika moratorium pemekaran itu dibuka, bukan hanya tentang pemekaran yang harus dibicarakan tapi juga penggabungan, karena ngomongin pemekaran hanya jumlah kabupaten atau provinsi yang bertambah, tapi kita juga jangan tabu ketika jumlah kabupaten ataupun kota bahkan provinsi nya bisa jadi berkurang kalau itu dibuka," ucapnya.
"Jadi hati-hati juga Pak Bahar, takutnya bukan malah berkembang, hilang pula nanti takutnya. Pesan yang mau disampaikan di situ, nanti bersatu lagi dengan Asahan nggak enak juga, bukannya mekar malah menciut, apalagi dengan kondisi keuangan kita hari ini Pak, takutnya nanti ngeluh masalah PPPK lalu ini, kalau mau belajar dari provinsi Pak Bahar bisa wewenang provinsi dikerjakan pakai APBD Batu Bara, becanda-becanda ini Pak tapi ada seriusnya sikit," imbuhnya.
Saat diwawancarai usai kegiatan, Bobby menyebutkan jika pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur diinisiasi oleh Batu Bara. Padahal anggaran Batu Bara 70 persen masih berasal dari transfer pusat dan hanya 30 persen bersumber dari PAD.
"Jangan hanya gerakan politiklah, gerakan pembangunan saja, tadi saya juga sampaikan untuk membangun suatu daerah itu anggarannya banyak, saya lihat kan yang inisiasi Batu Bara, Batu Bara itu anggarannya 70 persen masih mengandalkan transfer daerah, Sumatera Utara 60 persen itu sudah menghidupi dirinya sendiri dengan PAD, Kota Medan 60 persen sudah menghidupi dirinya sendiri dengan PAD," sebutnya.
Sehingga Bobby menilai jika harusnya Baharuddin lebih dulu meningkatkan PAD daripada membahas soal pembentukan Provinsi Sumatera Timur. Bobby mengaku tidak anti terhadap pemekaran, namun perbaikan indikatornya harus diutamakan.
"Ini harusnya daerahnya perbaiki dululah, kalau tadi sudah bisa hidup sendiri, sudah bisa membiayai dirinya sendiri dengan PAD nya tinggi, transfer pusatnya jadi rendah, kita terbuka saya bukan anti atau menutup mata, indikatornya diperbaiki dulu, kalau indikatornya diperbaiki habis itu lepas, masyarakatnya sejahtera dan cita-citanya tercapai, jangan politiknya dulu diutamakan, rebut-rebutan jadi gubernur susah juga jadinya," tuturnya.
(niz/nkm)











































