Omo Hada, Rumah Tradisional Nias yang Sarat Makna dan Kekuatan Struktur

Omo Hada, Rumah Tradisional Nias yang Sarat Makna dan Kekuatan Struktur

Siti Asyaroh - detikSumut
Kamis, 23 Apr 2026 07:00 WIB
Rumah Omo Hada (Doc. Pariwisata Indonesia/ pariwisataindonesia.id)
Foto: Rumah Omo Hada (Doc. Pariwisata Indonesia/ pariwisataindonesia.id)
Medan -

Rumah tradisional Nias yang dikenal sebagai Omo Hada bukan sekadar tempat tinggal. Ia menjadi simbol kebudayaan, status sosial, sekaligus kecanggihan arsitektur lokal yang diwariskan turun-temurun.

Keunikan rumah ini terlihat dari bentuknya yang khas serta konstruksinya yang dirancang untuk bertahan dari berbagai kondisi alam.

Dalam penelitian berjudul "Identifikasi Arsitektur Tradisional Rumah Omo" oleh Indah Lestari dan tim, dijelaskan bahwa struktur rumah ini memiliki sistem penopang yang sangat kuat dan terencana. Pilar-pilar kayu menjadi elemen utama yang menentukan kekokohan bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap rumah omo hada memiliki enam pilar utama yang menopang keseluruhan struktur, empat pilar di ruang tamu, dan dua pilar yang tersembunyi di balik papan dinding utama. Dua tiang di tengah rumah disebut dengan simalambuo, sedangkan dua tiang lainnya disebut manaba. Manaba diukir dari pohon kayu keras dan memiliki bentuk persegi panjang yang sama dengan dua pilar di area utama," tulis penelitian tersebut.

Konstruksi ini tidak hanya menunjukkan fungsi teknis, tetapi juga mengandung makna simbolik. Penempatan dan jarak antar tiang menjadi indikator penting dalam struktur rumah sekaligus mencerminkan kekuatan pemiliknya.

ADVERTISEMENT

"Jarak antara tiang simalambuo dan tiang manaba ditentukan oleh lebar dan panjang tiang. Semakin besar jarak antara tiang simalambuo dan tiang manaba, maka semakin kuat pula pemilik rumah omo hada tersebut. Tiang kayu bulat ini menjulang dari pondasi hingga atap rumah Paman Hada. Jerami digunakan untuk menutupi atap rumah hada omo ini," lanjut kutipan tersebut.

Selain struktur, aspek sosial juga melekat erat dalam desain rumah ini. Omo Hada tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis masyarakat Nias, tetapi juga menjadi penanda status sosial pemiliknya di tengah masyarakat.

"Status sosial pemilik rumah biasanya ditentukan oleh ukuran tugu batu di depan rumah; semakin besar tugu batu maka semakin tinggi status sosial pemilik rumah, sehingga status sosial akan semakin tinggi jika tugu batu di depan rumah juga lebih besar."

Secara fungsi ruang, rumah ini terbagi menjadi beberapa bagian dengan peran yang jelas. Bagian bawah, tengah, hingga atas memiliki kegunaan yang berbeda, mencerminkan pola hidup masyarakat Nias yang terstruktur.

"Bagian bawah rumah Hada terdiri dari ruas yang ditopang oleh balok kayu, sedangkan tingkat tengah adalah rumah keluarga dengan satu atau dua kamar di bagian belakang," demikian dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Tanpa teknologi modern, masyarakat Niat mampu merancang bangunan yang tidak hanya kuat, tetapi juga sarat nilai budaya dan filosofi hidup.


Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Belanda 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads