Berbagai peristiwa menarik terjadi di wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut) dalam sepekan terakhir. Hal ini diulas detikSumut dalam program Live Streaming 'Gorengan Sore'.
Dipandu Nur Akmal sebagai host dan Ahmad Arfah Fansuri Lubis sebagai narasumber, obrolan dalam 'Gorengan Sore' kali ini membahas tentang beberapa peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Ada empat peristiwa atau berita utama yang dibahas yakni momen Gubernur Sumut Bobby Nasution marah-marah di Tapteng karena pengerjaan proyek penanganan sungai oleh BWSS berjalan lambat. Kemudian ada peristiwa siswa SMP di Siak, Riau tewas saat praktik sains, 155 siswa di Anambas, Kepri keracunan MBG dan siswa di Medan melewati pipa yang berbahaya untuk pergi dan pulang sekolah karena tak ada jembatan. Berikut rangkumannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Gubsu Bobby Marah-marah di Tapteng
Saat kunjungan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution ke Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ada momen di mana Bobby marah-marah kepada pejabat di lokasi yang diketahui merupakan Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung.
Kejadian itu juga diunggah Pemprov Sumutt di Instagram mereka, Selasa (14/4/2026). Bobby marah-marah saat meninjau sungai yang meluar saat banjir besar November 2025 lalu. .
Saat di lokasi, Bobby yang sedang bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Yan Munzir berdiri di tengah hujan deras dengan payung.
Kalai ittu ekspresi dan bahasa tubuh Bobby terlihat sangat marah kepada Yan Munzir. Yan Munzir juga terlihat beberapa kali mendebat perkataan Bobby.
Di momen itu juga Bobby mengaku sudah memperjuangkan puluhan triliun untuk dana penanganan pascabencana di Sumut.
"Dari awal masyarakat ke sini berapa orang, warga kau nanti yang teriak, bukan teriak ke kau aja. Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau ngurus aja ini aja nggak bisa, orang perjuangin kau lho," kata Bobby Nasution dalam video itu.
Bobby juga menyebut Tapteng merupakan daerah paling lambat dalam proses pemulihan pasca banjir yang melanda wilayah itu akhir tahun lalu.
Terkait hal itu, Bobby pun memberikan penjelasan. Ia menyebut kejadian itu terjadi saat meninjau pembangunan tanggul dan sabo dam di sungai yang terkena bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Bobby pun mengaku marah karena warga banyak yang mengeluh belum dapat bantuan hingga pembebasan lahan yang lambat.
Ia mengaku warga selalu mengeluhkan tak dapat bantuan. Berbeda dengan daerah lain yang juga terdampak bencana seperi Tapsel, Taput dan Sibolga. Keluhan ada tapi tidak signifikan.
Bobby mengaku sudah sering mengingatkan soal percepatan pendataan untuk penerimaan banuan. Namun di Tapteng data itu belum juga rampung.
Emosi Bobby memuncak saat meninjau penanganan sungai yang akan dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Tukka. Bobby kesal karena sudah sebulan pekerjaan itu berkontrak namun pembangunan tanggul dan sabo dam itu belum bisa dikerjakan.
Bobby menilai wajar warga enggal membebaskan lahan karena banyak yang belum mendapatkan bantuan.
Bobby juga mengaku dapat keluhan dari warga soal air naik ke permukiman jika satu jam hujan mengguyur daerah itu. Bobby juga melihat langsung peristiwa itu.
Bobby pun memberikan waktu seminggu untuk menyelesaikan soal pembebasan lahan tersebut agar penanganan sungai dapat dilakukan. Pembebasan lahan dilakukan dengan mekanisme bencana.
2. Praktik Sains Maut di Siak Tewaskan Pelajar SMP
Seorang pelajar kelas IX SMP Islamic Center Siak, Riau tewas saat praktik sains di sekolah. Korban berinisial MA (15) tewas akibat ledakan saat praktik pelajaran sains yang mengenai tepat bagian kepalanya.
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap insiden maut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu di sekolah sedang ujian praktek sains.
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk memeragakan hasil karya sainsnya. Saat itulah kelompok korban ini memperagakan hasil sains yang telah dirancang.
Namun sebelum praktek dilakukan, korban minta teman kelompoknya untuk menjauh. Sebab korban memperagakan karya sains berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya sendiri.
Ledakan itu menimbulkan asap dan suara kencang hingga senapan 3D berhamburan. Bahan bakunya ada mengenai aula sekolah, dinding kelas dan mengenai kepala korban hingga korban meninggal dunia.
Karya Sains Aqil tersebut bernama 'Sains Show Tembakan Mas Ketir', berupa senapan hasil rakitan dari 3D printer.
Senapan rakitan itu yang merupakan ide korban sendiri. Selama ini korban dikenal sebagai siswa kreatif dan berprestasi.
Akibat kejadian itu, polisi menetapkan guru pembimbing korban, IP (35) sebagai tersangka. IP dinilai bertanggungjawab atas insiden maut di SMP Islamic Center pekan lalu. IP sendiri merupakan guru pengganti praktik sains tersebut.
Polisi melihat ada kealpaan dari IP sebagai guru pembimbing praktik sains. Tersangka disebut mengetahui bahwa hasil karya praktek sains siswa tersebut menggunakan bahan yang dapat meledak. Korban juga sudah memaparkan cara kerja dan bahan yang digunakan kepada tersangka.
Sayangnya, IP tetap mengizinkan korban memperagakan. Termasuk memberi izin korban menembakkan di lapangan sekolah.
3. 155 Siswa Keracunan MBG di Anambas
Sebanyak 155 murid tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya itu, orang tua murid juga ikut keracunan karena ikut mengonsumsi menu MBG.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menjelaskan peristiwa ini terjadi, Rabu (16/4).
Feri menjelaskan para siswa yang terdampak berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Sedang untuk sumber makanan MBG yang dikonsumsi berasal dari satu SPPG.
Selain siswa, sejumlah orang tua murid juga dilaporkan mengalami gejala keracunan. Hal itu terjadi karena mereka turut mengonsumsi makanan jatah anak atau cucunya.
Terkait jenis makanan yang menjadi sumber keracunan masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengirim sampel ke laboratorium.
Menu yang disajikan berupa telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng.
Berdasarkan flyer dari SPPG Air Asuk, menu tersebut juga dilengkapi dengan informasi kandungan gizi. Untuk porsi kecil, makanan tersebut memiliki energi 427,6 kkal, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, dan serat 1,5 gram.
Sementara untuk porsi besar, kandungan gizinya mencapai energi 607,3 kkal, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, serta serat 1,7 gram.
Akibat kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Anambas mengambil tindakan terhadap SPPG Air Asuk. Pihak BGN langsung menyetop operasional SPPG tersebut.
Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Anambas, Sahril mengatakan pasca kejadian tersebut, BGN langsung mengambil langkah cepat. Mereka langsung menghentikan sementara operasional SPPG Air Asuk pada hari yang sama saat kejadian.
4. Siswa melewati pipa ke sekolah di Medan
Sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut.
Pantauan detikSumut, Rabu (15/4/2026), ada sejumlah anak SMP yang melintasi pipa itu. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Anak-anak tersebut baru saja pulang sekolah dan masih mengenakan seragam.
Dulunya di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan itu lah yang menjadi akses penyebrangan anak sekolah. Namun, kini jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu sudah tak tersisa.
Mita, seorang siswi kelas 7 di SMPN 34 Medan mengaku terpaksa melewati jembatan itu agar akses menuju sekolah lebih dekat. Sekolahnya berada di Gang Perbatasan, sedangkan rumahnya di Kecamatan Medan Polonia itu.
Jika tidak melewati jembatan tersebut, dia harus memutar lebih jauh agar bisa sampai di sekolah.
Kepling 21 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Lestari, mengatakan anak-anak tersebut memang sudah sering melintasi pipa itu saat akan pergi dan pulang sekolah. Tak hanya pelajar, warga sekitar juga melakukan hal yang sama.
Dia mengatakan anak-anak tersebut sudah beberapa kali diimbau untuk tidak melintasi pipa itu karena sangat berbahaya. Namun, mereka tetap nekat karena lebih dekat menuju sekolahnya.
Lestari menyebut bahwa dulunya ada jembatan bekas rel kereta api tepat berada di sebelah pipa itu. Selama ini, akses tersebutlah yang dimanfaatkan oleh anak sekolah dan warga sekitar.
Namun, beberapa tahun terakhir, jembatan itu rusak dan kini sudah tidak ada lagi. Lestari mengatakan jembatan itu dulunya juga sempat ditinjai oleh Bobby Nasution saat menjadi Wali Kota Medan. Dia pun berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi hal itu.
Wali Kota Medan Rico Waas juga angkat bicara terkait beberapa anak SMP yang nekat menyeberangi pipa untuk pergi ke sekolah. Rico mengatakan, dulu dirinya juga sempat melewati jalur yang sama untuk pergi ke sekolah.
Menurut Rico, lokasi ini merupakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia mengaku akan segera berkoordinasi untuk mencari solusi terkait pembangunan jembatan alternatif.
Politisi Nasdem ini mengaku pihaknya masih mempertimbangkan Detail Engineering Design (DED) terkait pembangunan jembatan.
Nah, itu dia pembahasan di Gorengan Sore edisi Jumat 17 April 2026. Jangan lupa terus saksikan program Gorengan Sore detikSumut yang tayang melalui live Instagram dan TikTok setiap Jumat pukul 15.00 WIB. Setiap pekannya mengulas berita-berita terkini yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Jangan lupa juga follow akun media sosial detikSumut, biar nggak ketinggalan informasi.
Simak Video "Video: Momen Bobby Semprot Camat di Tapteng gegara Penanganan Banjir Lamban"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dhm)











































