1 Orang di Purbalingga Tewas Akibat Batu Raksasa Timpa Rumah Warga

Regional

1 Orang di Purbalingga Tewas Akibat Batu Raksasa Timpa Rumah Warga

Anang Firmansyah - detikSumut
Minggu, 12 Apr 2026 20:31 WIB
1 Orang di Purbalingga Tewas Akibat Batu Raksasa Timpa Rumah Warga
Foto: Warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa dapur rumah warga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Minggu (12/4/2026). (dok. Kades Sangkanayu)
Purbalingga -

Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah batu berukuran besar tiba-tiba longsor dari tebing dan menimpa bagian dapur rumah warga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng). Peristiwa itu juga membuat satu orang lainnya terluka.

Dilansir detikJateng, Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi di wilayah RT 14 RW 5 Desa Sangkanayu pada pagi hari tadi sekira pukul 09.50 WIB.

"Kejadiannya jam 09.50 an WIB , hampir jam 10 pagi," kata Ali, Minggu (12/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, longsor itu terjadi setelah batu besar yang berada di tebing belakang menimpa rumah warga. Batu tersebut tiba-tiba jatuh dan langsung menghantam dapur rumah.

"Longsor ini batu, dari belakang rumah. Tebingnya kurang lebih setinggi 3 meter," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Ali, ukuran batu yang menghantam rumah warga itu tergolong besar dengan diameter diperkirakan mencapai sekitar 3 meter. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di dapur.

"Korban lagi di dapur, kemungkinan sedang masak. Tiba-tiba batu itu longsor dan menimpa dapur," ungkapnya.

Tercatat ada dua rumah yang terdampak akibat kejadian tersebut.

"Yang terdampak ada dua rumah," ujarnya.

Identitas korban meninggal dunia atas nama Yanti (37). Sementara satu korban lainnya yang merupakan adik korban bernama Kasini (34) mengalami luka-luka.

"Yang meninggal satu orang, atas nama Yanti. Satu lagi luka-luka, adiknya," katanya.

Ali menyebut, kedua korban yang merupakan kakak beradik tinggal dalam satu rumah. Korban luka saat ini sudah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.

"Sudah pulang, hanya luka ringan," tambahnya.

Terkait penyebab longsor, Ali mengaku tidak ada tanda-tanda signifikan sebelumnya. Namun, ia menyebut sempat ada indikasi batu tersebut bergeser sebelum akhirnya longsor.

"Tidak ada tanda-tanda retakan. Tapi sebelumnya sempat ada informasi batunya bergeser, waktu peristiwa banjir bandang dari Gunung Slamet beberapa waktu lalu," jelasnya.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan tidak sedang hujan, meski beberapa hari sebelumnya wilayah tersebut sempat diguyur hujan.

"Pas kejadian tidak hujan, cuaca cerah. Tapi sebelumnya memang sempat hujan beberapa hari," pungkasnya.

Ali menyebut jenazah korban meninggal dunia telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama bagi yang tinggal di dekat tebing.

Artikel ini telah tayang di detikJateng, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Situasi Pembersihan Batu Raksasa yang Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads