Sebuah batu berukuran besar tiba-tiba longsor dari tebing dan menimpa bagian dapur rumah warga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga pagi tadi. Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia sedangkan satu lainnya terluka.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.50 WIB.
"Kejadiannya jam 09.50 an WIB , hampir jam 10 pagi," kata Ali saat dimintai dihubungi detikJateng, Minggu (12/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi bukan berupa tanah, melainkan batu besar yang berada di tebing belakang rumah warga. Batu tersebut tiba-tiba jatuh dan langsung menghantam dapur rumah.
"Longsor ini batu, dari belakang rumah. Tebingnya kurang lebih setinggi 3 meter," jelasnya.
Menurut Ali, ukuran batu yang longsor tergolong besar dengan diameter diperkirakan mencapai sekitar 3 meter. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di dapur.
"Korban lagi di dapur, kemungkinan sedang masak. Tiba-tiba batu itu longsor dan menimpa dapur," ungkapnya.
Peristiwa ini terjadi di wilayah RT 14 RW 5 Desa Sangkanayu. Tercatat ada dua rumah yang terdampak akibat kejadian tersebut.
"Yang terdampak ada dua rumah," ujarnya.
Dari kejadian itu, satu orang meninggal dunia atas nama Yanti (37). Sementara satu korban lainnya yang merupakan adik korban bernama Kasini (34) mengalami luka-luka.
"Yang meninggal satu orang, atas nama Yanti. Satu lagi luka-luka, adiknya," katanya.
Ali menyebut, kedua korban merupakan kakak beradik yang tinggal dalam satu rumah. Korban yang mengalami luka saat ini sudah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.
"Sudah pulang, hanya luka ringan," tambahnya.
Terkait penyebab longsor, Ali mengaku tidak ada tanda-tanda signifikan sebelumnya. Namun, ia menyebut sempat ada indikasi batu tersebut bergeser sebelum akhirnya longsor.
"Tidak ada tanda-tanda retakan. Tapi sebelumnya sempat ada informasi batunya bergeser, waktu peristiwa banjir bandang dari Gunung Slamet beberapa waktu lalu," jelasnya.
Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan tidak sedang hujan, meski beberapa hari sebelumnya wilayah tersebut sempat diguyur hujan.
"Pas kejadian tidak hujan, cuaca cerah. Tapi sebelumnya memang sempat hujan beberapa hari," pungkasnya.
Ali menyebut jenazah korban meninggal dunia telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama bagi yang tinggal di dekat tebing.
