Kepala Imigrasi Kota Batam Hajar Aswad dicopot dari jabatannya karena kasus dugaan pungli di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri). Tidak hanya dicopot, Hajar Aswad juga ditarik ke Jakarta dalam rangka pemeriksaan.
"Betul, (Kepala Kantor Imigrasi Batam) ditarik ke pusat untuk penugasan sementara dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut. Ini bagian dari tanggung jawab organisasi dan pendalaman oleh Direktorat Patnal," kata Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri, Ujo Sutejo, saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
Selain Hajar Aswad, ada beberapa pejabat lain di Imigrasi Kota Batam yang ikut ditarik ke Jakarta dalam rangka pemeriksaan, di antaranya Kepala Bidang, Kepala Seksi, supervisor, serta satu orang petugas Imigrasi berinisial JS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total lima orang, mulai dari Kakanim, Kabid, Kasi, supervisor, dan satu staf berinisial JS," ujarnya.
Menurut Ujo, seluruhnya saat ini berstatus sebagai terperiksa dan tengah menjalani proses pendalaman di Jakarta. Namun, khusus untuk JS, yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari jabatannya.
"Statusnya masih terperiksa (semuanya) karena pemeriksaan lebih lanjut dilakukan di pusat. Untuk JS, saat ini non-job atau sudah tidak bertugas di pelabuhan," jelasnya.
Ujo menegaskan, penarikan tersebut bukan berarti pemberhentian dari jabatan secara permanen. Para pejabat hanya menjalani penugasan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Direktorat.
"Bukan diberhentikan, ini penugasan sementara. Nanti lihat hasil pemeriksaan dari direktorat karena pemeriksaan dilakukan di Jakarta," tegasnya.
Terkait pengganti sementara Kepala Kantor Imigrasi Batam, Ujo mengaku hingga kini belum ada penunjukan resmi. Namun, sementara ini dirinya langsung yang melakukan koordinasi internal dan pengendalian agar pengawasan dan pelayanan publik tetap berjalan.
"Belum ada pengganti. Sementara untuk pengawasan dan pengendalian di Imigrasi Batam, saya yang pimpin langsung," ujarnya.
Lebih lanjut, Ujo menyampaikan bahwa langkah penarikan sejumlah pejabat Imigrasi Batam ke Jakarta merupakan bagian dari komitmen pembenahan di tubuh Imigrasi. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pimpinan pusat dalam mendorong transparansi dan perbaikan sistem.
"Saya apresiasi kepemimpinan pusat. Pak Menteri dan Pak Dirjen mendukung penuh pembenahan. Harus ada transparansi dan kesungguhan dalam memperbaiki organisasi," ujarnya.
Simak Video "Video Kemenpar RI Siapkan Hotline Lapor Pungli Tempat Wisata"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































