Perayaan Paskah di Indonesia tak hanya identik dengan ibadah di gereja, tetapi juga diramaikan oleh beragam tradisi unik di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki cara khas dalam memaknai momen kebangkitan Yesus Kristus, mulai dari prosesi sakral hingga ritual budaya yang sarat makna.
Menariknya, tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga daya tarik wisata budaya yang memikat. Dari yang penuh haru hingga yang penuh warna, berikut tujuh tradisi Paskah paling unik di Indonesia yang patut diketahui.
Tradisi Unik Perayaan Paskah di Indonesia
1. Buha-buha Ijuk
Di wilayah Batak, Sumatera Utara, perayaan Minggu Paskah dimulai sebelum matahari muncul. Saat lonceng gereja berbunyi di fajar, masyarakat melakukan tradisi Buha-Buha Ijuk. Mereka meninggalkan rumah menuju makam keluarga untuk berdoa dan menghormati orang tua atau sanak yang telah berpulang.
Bagi masyarakat Batak, saat fajar ini melambangkan kebangkitan; cahaya yang mengalahkan kegelapan. Setelah berkunjung ke makam, mereka baru berkumpul kembali di gereja untuk mengikuti ibadah Paskah.
2. Mendaki Gunung Gandul
Bagi umat Kristiani di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat Agung adalah waktu untuk menguji ketahanan fisik dan spiritual. Ada tradisi unik Jalan Salib menuju puncak Gunung Gandul dengan jarak sekitar tiga kilometer. Tidak hanya sekadar mendaki, beberapa umat bahkan membawa salib kayu besar.
Tindakan ini bukan sekadar untuk pamer, melainkan sebagai bentuk penelusuran nyata untuk merasakan sedikit dari beban yang dibawa Yesus menuju Bukit Golgota. Pemandangan dari puncak gunung memberikan hadiah spiritual yang luar biasa kepada para peziarah.
3. Pesona Religi di Gua Maria Puhsarang, Kediri
Gua Maria Puhsarang yang terletak di Kediri merupakan salah satu tujuan ziarah Katolik yang paling indah di Jawa Timur. Pada saat Paskah, area ini menjadi sangat meriah dengan pementasan Drama Kolosal Jalan Salib.
Ekspresi sakit yang dialami Yesus ditampilkan dengan sangat mendalam, sehingga banyak jemaat yang mengeluarkan air mata saat merenungkan. Setelah misa malam Paskah selesai, biasanya umat menutup rangkaian ibadah dengan "devosi" atau doa pribadi yang sangat emosional di hadapan patung Bunda Maria Lourdes.
4. Kure Warisan Portugis di Noemuti, NTT
Beralih ke Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Noemuti, terdapat satu tradisi bernama Kure. Istilah ini berasal dari bahasa Latin "currere" yang bermakna berjalan. Dikatakan bahwa tradisi ini sudah ada sejak tahun 1642, dibawa oleh orang Portugis.
Umat akan berjalan kaki untuk mengunjungi rumah-rumah warga untuk berdoa bersama. Yang menarik, ada sebuah prosesi pembersihan patung suci Yesus dan Maria. Di akhir acara, masyarakat memberikan persembahan berupa hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayuran, yang nantinya akan dibagikan kembali kepada semua orang. Ini benar-benar menjadi simbol kebersamaan yang hangat!
Simak Video "Video: Ribuan Peziarah Jalani Prosesi Semana Santa di Larantuka"
(astj/astj)