7 Tradisi Paskah Paling Unik di Indonesia

7 Tradisi Paskah Paling Unik di Indonesia

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Selasa, 31 Mar 2026 16:00 WIB
Sejumlah Orang Muda Katolik melaksanakan prosesi Tablo Jalan Salib di Gereja Santo Paulus, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (2/4/2021). Pengurus Gereja Santo Paulus kembali menggelar tradisi Tablo Jalan Salib rangkaian tri hari suci Jumat Katolik
Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Medan -

Perayaan Paskah di Indonesia tak hanya identik dengan ibadah di gereja, tetapi juga diramaikan oleh beragam tradisi unik di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki cara khas dalam memaknai momen kebangkitan Yesus Kristus, mulai dari prosesi sakral hingga ritual budaya yang sarat makna.

Menariknya, tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga daya tarik wisata budaya yang memikat. Dari yang penuh haru hingga yang penuh warna, berikut tujuh tradisi Paskah paling unik di Indonesia yang patut diketahui.

Tradisi Unik Perayaan Paskah di Indonesia


1. Buha-buha Ijuk

Di wilayah Batak, Sumatera Utara, perayaan Minggu Paskah dimulai sebelum matahari muncul. Saat lonceng gereja berbunyi di fajar, masyarakat melakukan tradisi Buha-Buha Ijuk. Mereka meninggalkan rumah menuju makam keluarga untuk berdoa dan menghormati orang tua atau sanak yang telah berpulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi masyarakat Batak, saat fajar ini melambangkan kebangkitan; cahaya yang mengalahkan kegelapan. Setelah berkunjung ke makam, mereka baru berkumpul kembali di gereja untuk mengikuti ibadah Paskah.

ADVERTISEMENT

2. Mendaki Gunung Gandul

Bagi umat Kristiani di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat Agung adalah waktu untuk menguji ketahanan fisik dan spiritual. Ada tradisi unik Jalan Salib menuju puncak Gunung Gandul dengan jarak sekitar tiga kilometer. Tidak hanya sekadar mendaki, beberapa umat bahkan membawa salib kayu besar.

Tindakan ini bukan sekadar untuk pamer, melainkan sebagai bentuk penelusuran nyata untuk merasakan sedikit dari beban yang dibawa Yesus menuju Bukit Golgota. Pemandangan dari puncak gunung memberikan hadiah spiritual yang luar biasa kepada para peziarah.

3. Pesona Religi di Gua Maria Puhsarang, Kediri

Gua Maria Puhsarang yang terletak di Kediri merupakan salah satu tujuan ziarah Katolik yang paling indah di Jawa Timur. Pada saat Paskah, area ini menjadi sangat meriah dengan pementasan Drama Kolosal Jalan Salib.

Ekspresi sakit yang dialami Yesus ditampilkan dengan sangat mendalam, sehingga banyak jemaat yang mengeluarkan air mata saat merenungkan. Setelah misa malam Paskah selesai, biasanya umat menutup rangkaian ibadah dengan "devosi" atau doa pribadi yang sangat emosional di hadapan patung Bunda Maria Lourdes.

4. Kure Warisan Portugis di Noemuti, NTT

Beralih ke Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Noemuti, terdapat satu tradisi bernama Kure. Istilah ini berasal dari bahasa Latin "currere" yang bermakna berjalan. Dikatakan bahwa tradisi ini sudah ada sejak tahun 1642, dibawa oleh orang Portugis.

Umat akan berjalan kaki untuk mengunjungi rumah-rumah warga untuk berdoa bersama. Yang menarik, ada sebuah prosesi pembersihan patung suci Yesus dan Maria. Di akhir acara, masyarakat memberikan persembahan berupa hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayuran, yang nantinya akan dibagikan kembali kepada semua orang. Ini benar-benar menjadi simbol kebersamaan yang hangat!

5. Memento Mori

Dalam bahasa Latin, Memento Mori berarti "Ingatlah bahwa kamu akan mati". Di Kalimantan Tengah, tradisi ini dilaksanakan dengan cara yang sangat visual pada Sabtu Suci. Keluarga akan datang ke tempat peristirahatan terakhir kerabat, membersihkannya, lalu menyalakan lilin dan menghias lokasi tersebut dengan bunga sepanjang malam hingga menjelang subuh.

Pemandangan ribuan lilin di area pemakaman menciptakan suasana yang sangat magis dan damai. Gereja setempat bahkan mendirikan tenda agar umat dapat merayakan Minggu Paskah langsung di lokasi pemakaman sebagai wujud kemenangan atas kematian.

6. Labirin Doa di Bukit Getsemani, Tana Toraja

Tana Toraja lebih dari sekadar perayaan pemakaman yang megah. Di Makale, ada Bukit Doa Getsemani yang menarik perhatian saat perayaan Paskah. Di lokasi ini, jalan menuju puncak dibagi menjadi 14 titik perhentian yang dilengkapi dengan patung-patung yang menggambarkan penderitaan Yesus.

Para peziarah mendaki sambil berdoa, berhenti di setiap patung untuk merenungkan, menjadikan pendakian bukit ini sebagai pengalaman spiritual yang sangat pribadi dan mendalam.

7. Semana Santa, Perayaan Paskah Paling Ikonik di Larantuka

Ketika membahas Paskah di Indonesia, tidak akan lengkap tanpa menyebut Semana Santa di Larantuka, Flores Timur. Ini adalah "Pekan Suci" yang terkenal secara internasional.

Rangkaian kegiatannya sangat panjang, dimulai dari pembersihan patung legendaris "Tuan Ma" (Bunda Maria) hingga prosesi pengusungan patung yang dilalui melalui jalur laut menggunakan perahu-perahu kecil. Atmosfernya sangat sakral, ribuan peziarah dari berbagai belahan dunia sering berkumpul di sini untuk menyaksikan perpaduan budaya Portugis dan lokal yang sangat menakjubkan.

Di sinilah rangkaian tradisi Paskah yang menunjukkan betapa kaya keberagaman di Indonesia. Tradisi ini lebih dari sekedar rutinitas tahunan, tetapi juga cara bagi setiap suku dan daerah untuk tetap terhubung dengan sejarah, nenek moyang, dan keyakinan mereka.


Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu peserta magang Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ribuan Peziarah Jalani Prosesi Semana Santa di Larantuka"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads