Bacaan Doa Lailatul Qadar "Allahumma Innaka Afuwwun": Arab, Latin, dan Maknanya

Bacaan Doa Lailatul Qadar "Allahumma Innaka Afuwwun": Arab, Latin, dan Maknanya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Kamis, 12 Mar 2026 05:01 WIB
Mosques dome on dusk sunset sky and crescent moon symbol religion of Islamic free space text with Ramadan month, Eid Al Adha, Eid Ul Fitr, Muharram
Foto: Ilustrasi Lailatul Qadar. (Getty Images/iStockphoto/Sumetha Suebchat)
Medan -

Saat ini, umat Islam telah memasuki fase paling krusial dan mulia, yakni 10 hari terakhir bulan suci Ramadan. Di fase inilah terdapat satu malam istimewa yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan di malam-malam ini, terkhusus pada tanggal-tanggal ganjil. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari)

Lantas, doa apa yang paling utama dipanjatkan saat kita mengharapkan datangnya Lailatul Qadar?

ADVERTISEMENT

Bacaan Doa Lailatul Qadar Sesuai Sunnah Rasulullah

Dihimpun dari laman NU Online, suatu ketika, Ibunda Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa apa yang sebaiknya dibaca jika ia mengetahui malam tersebut adalah Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan sebuah doa yang singkat namun memiliki makna yang sangat agung.

Mengutip dari al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, berikut adalah bacaan doa yang sangat dianjurkan untuk terus dilafalkan selama 10 malam terakhir Ramadan:

اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Selain lafaz di atas, terdapat pula variasi riwayat dari Imam At-Tirmidzi yang menambahkan kata "Karimun" di dalamnya. Doa ini juga bisa disesuaikan jika dibaca secara berjamaah (mengganti kata ganti "aku" menjadi "kami"):

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī (ganti dengan 'annā jika dibaca berjamaah).

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."

Makna Tadabbur: Mengapa Doa Ini Sangat Istimewa?

Melansir penjelasan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan tafsir para ulama, doa Allahumma innaka 'afuwwun bukan sekadar permohonan ampunan biasa. Terdapat makna mendalam (tadabbur) dari setiap penggalan katanya:

  • Allahumma (Ya Allah)
    Seruan ini menunjukkan kedekatan, ketundukan, dan ketergantungan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.
  • Innaka 'Afuwwun (Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf)
    Ada perbedaan besar antara sifat Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Al-'Afuww (Maha Pemaaf). Al-Ghafur berarti Allah menutupi dan mengampuni dosa, namun catatannya masih ada. Sedangkan Al-'Afuww, sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir, berarti Allah menghapus dosa tersebut secara total hingga tidak tersisa sedikit pun jejaknya di catatan amal, seakan-akan dosa itu tidak pernah terjadi.
  • Tuhibbul 'Afwa (Engkau Mencintai Pemaafan)
    Allah tidak hanya memiliki sifat pemaaf, tetapi juga sangat mencintai hamba-Nya yang meminta maaf. Kalimat ini juga menjadi pengingat agar kita meneladani sifat Allah dengan mau memaafkan kesalahan orang lain di kehidupan sehari-hari.
  • Fa'fu 'Anni (Maka Maafkanlah Aku)
    Ini adalah inti permohonan agar Allah SWT benar-benar menghapus segala dosa dan kesalahan kita yang menggunung, baik yang disengaja maupun tidak.

Hikmah dan Keutamaan Mengamalkannya

Membaca doa ini secara rutin di sepertiga malam, di sela-sela salat tarawih, atau saat beriktikaf di 10 hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa:

  1. Doa Pilihan Rasulullah
    Ini adalah doa yang secara spesifik dipilih dan diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyambut Lailatul Qadar.
  2. Penghapusan Dosa Sempurna
    Kita tidak hanya meminta dosa diampuni, tetapi dihapus bersih tak berbekas.
  3. Pelembut Hati
    Mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf, karena Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang tidak mengasihi, maka dia tidak akan dikasihi." (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Nah, itulah doa yang bisa detikers amalkan di 10 malam terakhir Ramadan 1447 H. Semoga informasi ini bermanfaat untuk detikers mencapai malam Lailatul Qadar pada Ramadan tahun ini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Berlomba-lomba Meraih Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads