Umat Islam kini telah tiba di penghujung bulan suci. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, mulai Rabu, 11 Maret 2026, kita secara resmi memasuki fase pembebasan dari api neraka, yakni 10 hari terakhir Ramadhan.
Periode ini sangat istimewa karena di dalamnya tersembunyi satu malam yang keagungannya sebanding dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun (seribu bulan), yaitu malam Lailatul Qadar. Saking mulianya fase ini, Rasulullah SAW selalu memberikan teladan untuk melipatgandakan ibadahnya. Melansir laman NU Online, dalam hadis riwayat Muslim dari Sayyidah Aisyah RA disebutkan bahwa,
"Nabi SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan beliau pada waktu lainnya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja keutamaan dan amalan yang harus kita persiapkan? Berikut detikSumut sajikan informasi lengkapnya.
Makna dan 7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Secara harfiah, Lailatul Qadar bermakna malam kemuliaan, kehormatan, dan keberkahan. Sebagian mufassir juga mengartikannya sebagai malam penetapan takdir, di mana catatan dari Lauhul Mahfuz diturunkan ke langit dunia untuk dijalankan selama satu tahun ke depan.
Keistimewaan malam ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an (Surah Al-Qadr dan Ad-Dukhan) serta hadis sahih. Berikut adalah 7 keutamaan utamanya:
Lebih Baik dari Seribu Bulan
Nilai pahala ibadah di malam ini melampaui ibadah yang dilakukan selama ribuan bulan. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam) itu hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1-5)
Malam Diturunkannya Al-Qur'an
Menjadi tonggak sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ...
Artinya: "Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS Al-Baqarah [2]: 185).
Turunnya Malaikat Jibril
Malam kemuliaan ini juga ditandai dengan turunnya para malaikat ke bumi yang membawa misi membagikan keberkahan dan kebaikan bagi umat Islam. Allah SWT berfirman:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ
Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (QS Al-Qadr: 4)
Malam Penuh Kesejahteraan
Suasana bumi diliputi kedamaian dan kesejahteraan hingga terbit fajar (QS. Al-Qadr: 5).
Malam Penuh Keberkahan
Segala urusan yang penuh hikmah ditetapkan dan dijelaskan (QS. Ad-Dukhan: 3-4).
Penetapan Takdir Tahunan
Malaikat menerima tugas takdir manusia untuk satu tahun ke depan. Sebagaimana termaktub dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4, malam tersebut merinci berbagai perkara yang sarat akan hikmah. Imam Ibnu Katsir menafsirkan bahwa pada malam itulah para malaikat menerima mandat dari Allah SWT berupa catatan takdir yang akan berlaku selama satu tahun ke depan.
Penggugur Dosa
Rasulullah SAW menjamin bahwa siapa pun yang beribadah di malam ini dengan penuh iman, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim).
6 Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Untuk menjemput kemuliaan tersebut, ulama menganjurkan 6 amalan penting yang diteladankan langsung oleh Rasulullah SAW:
1. Giat Mendirikan Qiyamul Lail
Jika di 20 hari pertama Rasulullah membagi malamnya untuk salat dan tidur, maka di 10 hari terakhir beliau "mengencangkan sarung" (menjauhi istri) untuk lebih giat beribadah dan menghidupkan malam (qiyamul lail).
2. Membangunkan Keluarga
Rasulullah SAW tidak egois dalam memburu pahala. Beliau senantiasa membangunkan keluarganya di malam hari agar turut serta mendirikan salat, berzikir, dan menggapai rahmat Allah SWT.
3. Memperbanyak Iktikaf
Berdiam diri di masjid (iktikaf) dengan menyibukkan diri beribadah adalah kebiasaan rutin Nabi di 10 hari terakhir Ramadan hingga akhir hayat beliau.
4. Membersihkan Badan Menjelang Malam
Menyambut Lailatul Qadar sebaiknya dilakukan dalam keadaan fisik yang prima. Dianjurkan untuk mandi antara waktu azan Magrib dan Isya, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian agar tubuh terasa segar dan ibadah semakin khusyuk.
5. Bersungguh-sungguh Mencari Lailatul Qadar
Jangan biarkan rasa malas menyergap di akhir bulan. Teruslah beribadah dengan sungguh-sungguh, terutama di malam-malam ganjil. Rasulullah SAW bersabda bahwa Lailatul Qadar dapat ditemukan pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar itu pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan."
6. Membaca Doa Ampunan Lailatul Qadar
Basahi lisan dengan memperbanyak istighfar dan membaca doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Yuk detikers, maksimalkan sisa waktu di bulan Ramadhan 1447 H ini untuk memperbanyak ibadah, sedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu detikers meningkatkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan 1447 H ini.
Simak Video "Video: Berlomba-lomba Meraih Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(nkm/nkm)
