Kultum: Circle Toxic Bikin Iman Drop? Pengaruh Pertemanan di Bulan Puasa

Cahaya Ramadan

Kultum: Circle Toxic Bikin Iman Drop? Pengaruh Pertemanan di Bulan Puasa

Nizar Aldi - detikSumut
Selasa, 03 Mar 2026 17:00 WIB
Kultum: Circle Toxic Bikin Iman Drop? Pengaruh Pertemanan di Bulan Puasa
Foto: Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution. (M. Alfath Ishari/detikSumut)
Medan -

Lingkungan buruk atau circle toxic apakah membuat iman drop selama bulan Ramadan? Begini penjelasan soal pengaruh pertemanan saat bulan puasa.

"Jadi begini, berteman itu memang harus punya alat ukur, walaupun kita harus inklusif, kepada siapapun kita harus berkawan," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Selasa (3/3/2026).

Menurut Prof Syukri Albani, membangun mindset berteman penting. Dalam terminologi Ramadan, jangan sampai punya teman yang menjadi pengaruh buruk terhadap kita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi bagaimana membangun mindset berkawan itu penting juga, jangan sampai ini kalau dalam terminologi Ramadan ya, jangan sampai justru kita punya kawan atau kita berteman kita ini justru menjadi pengaruh buruk dan teman kita menjadi pengaruh buruk kepada kita, itu hati-hati juga itu," ucapnya.

Teman seperti itu mungkin dapat kita temukan di lingkungan kerja maupun sekolah. Sosok seperti itu, kata Prof Syukri Albani, dapat diberi gelar inspirator tembak puasa (Tempus).

ADVERTISEMENT

"Saya sering memberikan analogi misalnya kalau di kantor atau sekolah kita itu punya teman yang predikatnya inspirator tempus, tembak puasa. Ada kawan-kawan yang model berpikirnya sudah kek syaitoniah," ujarnya.

Prof Syukri Albani mengajak detikers agar memahami terminologi bahwasanya kita belum tentu dapat bertemu puasa tahun depan. Jangan sampai cara memahami puasa Ramadan sangat sederhana seperti sesuatu yang mudah atau pasti kita dapatkan.

"Oleh karena itu gimana memahami ini? Saya ingin kita melihat Al-quran, wa lâ tulqû bi'aidîkum ilat-tahlukati, artinya Jangan sengaja kau jebak dirimu dalam kebinasaan," sebutnya.

Oleh karena itu, Prof Syukri Albani meminta agar detikers pandai-pandai dalam menjaga jarak meskipun tidak memisahkan diri dengan teman yang toxic. Termasuk jangan menjadi seseorang yang toxic tersebut.

"Jadi teman-teman yang toxic harus pandai-pandailah menjaga jarak meskipun tidak memisahkan diri dan kita juga jangan menjadi toxic kepada teman kita supaya kita tidak berdampak jelek terhadap perjalanan hidup orang lain," tuturnya.




(niz/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads