Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan 8 Sabo Dam di Sumatera Barat (Sumbar), untuk mengantisipasi risiko banjir lahar akibat erupsi Gunung Marapi. Lima dari delapan Sabo Dam tersebut berada di Kabupaten Tanah Datar, sementara sisanya di Kabupaten Agam.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, delapan sabo dam itu diharapkan bisa selesai pada akhir 2027 mendatang.
"Ada delapan sabo dam yang akan dibangun di Tanah Datar dan Agam, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi resiko banjir lahar Gunung Marapi," kata Menteri Dody saat ground breaking Sabo Dam di Nagri Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Selasa (3/3/2026).
Adapun masing-masing sabo dam tersebut memiliki kapasitas total 430 ribu meter kubik.
"Pekerjaan diharapkan bisa selesai dan operasional pada akhir 2027, dengan syarat lahan harus sudah selesai dan bebas," katanya.
Anggaran membangun satu sabo dam membutuhkan biaya sekitar Rp 25 miliar. Sehingga bila diakumulasikan 8 sabo dam membutuhkan anggaran Rp 200 miliar.
Menurut Dody, kondisi Gunung Marapi yang masih tetap aktif seperti saat ini tentu akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terhadap potensi bencana.
Pembangunan sabo dam merupakan upaya mitigasi bencana banjir lahar dan banjir bandang dampak dari erupsi Gunung Marapi pada Mei 2024 lalu.
Sebanyak enam sabo dam di Kabupaten Tanah Datar meliputi 3 sabo dam di Sungai Batang Malana, 2 sabo dam di Sungai Batang Anai, dan 1 Series River Training Works di Sungai atau Batang Pagu-Pagu. Kemudian 3 sabo dam lagi akan dibangun di Batang Katik, Kabupaten Agam.
Secara teknis, Sabo Dam dibangun bertingkat di tengah bendung. Sehingga sabo dapat mengalirkan air, sekaligus membendung sedimen atau endapan material vulkanik.
Simak Video "Video: Menteri PU Bakal Aktifkan Komite Audit Buntut Temuan BPK soal Potensi Kerugian Negara"
(mjy/mjy)