Kementerian PU Bangun 8 Sabo Dam Antisipasi Banjir Lahar Gunung Marapi di Sumbar

Sumatera Barat

Kementerian PU Bangun 8 Sabo Dam Antisipasi Banjir Lahar Gunung Marapi di Sumbar

Jeka Kampai - detikSumut
Selasa, 03 Mar 2026 15:19 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo. (Jeka Kampai/detikSumut)
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo. (Jeka Kampai/detikSumut)
Tanah Datar -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan 8 Sabo Dam di Sumatera Barat (Sumbar), untuk mengantisipasi risiko banjir lahar akibat erupsi Gunung Marapi. Lima dari delapan Sabo Dam tersebut berada di Kabupaten Tanah Datar, sementara sisanya di Kabupaten Agam.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, delapan sabo dam itu diharapkan bisa selesai pada akhir 2027 mendatang.

"Ada delapan sabo dam yang akan dibangun di Tanah Datar dan Agam, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi resiko banjir lahar Gunung Marapi," kata Menteri Dody saat ground breaking Sabo Dam di Nagri Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun masing-masing sabo dam tersebut memiliki kapasitas total 430 ribu meter kubik.

"Pekerjaan diharapkan bisa selesai dan operasional pada akhir 2027, dengan syarat lahan harus sudah selesai dan bebas," katanya.

ADVERTISEMENT

Anggaran membangun satu sabo dam membutuhkan biaya sekitar Rp 25 miliar. Sehingga bila diakumulasikan 8 sabo dam membutuhkan anggaran Rp 200 miliar.

Menurut Dody, kondisi Gunung Marapi yang masih tetap aktif seperti saat ini tentu akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terhadap potensi bencana.

Pembangunan sabo dam merupakan upaya mitigasi bencana banjir lahar dan banjir bandang dampak dari erupsi Gunung Marapi pada Mei 2024 lalu.

Sebanyak enam sabo dam di Kabupaten Tanah Datar meliputi 3 sabo dam di Sungai Batang Malana, 2 sabo dam di Sungai Batang Anai, dan 1 Series River Training Works di Sungai atau Batang Pagu-Pagu. Kemudian 3 sabo dam lagi akan dibangun di Batang Katik, Kabupaten Agam.

Secara teknis, Sabo Dam dibangun bertingkat di tengah bendung. Sehingga sabo dapat mengalirkan air, sekaligus membendung sedimen atau endapan material vulkanik.

Apabila bendung tidak mampu menahan semua aliran debris, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping), sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir.

Bupati Tamah Data, Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah memulai pembangunan sabo dam. Sabo dam adalah kebutuhan masyarakat di bantaran sungai dengan hulu Marapi.

"Insya Allah lahan kami sudah beres, jadi tinggal bangun saja. Terima kasih kepada Presiden, Pak Menteri dan terkhusus kepada Andre Rosiade yang telah ikut membantu memperjuangkan semua proses ini," kata Eka.

Eka menyebut, pihaknya membutuhkan 28 Sabo Dam.

"Dengan telah dibangun 5, kebutuhan Tanah Datar saat ini tinggal 23. Mudah-mudahan akan ada pembangunan sabo dam lagi buat kami," katanya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade memuji Eka Putra yang nyinyir demi pembangunan daerahnya kepada pemerintah pusat.

"Ini bukti bahwa pemerintah pusat, pemerintahan Presiden Prabowo tetap hadir dan memperhatikan Sumatera Barat," kata Andre.

Ikut hadir dalam ground breaking tersebut, anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda dan sejumlah Dirjen Kementerian PU.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Menteri PU Bakal Aktifkan Komite Audit Buntut Temuan BPK soal Potensi Kerugian Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads