Jika seseorang sahur telat sampai mendekati Imsak, apakah harus panik atau masih aman? Berikut penjelasan soal perkara tersebut.
"Ada yang paling menarik memang kadang-kadang prepare kita terhadap sahur itu rumit juga memang, kadang-kadang kita sudah pakai alarm tapi tidurnya kelamaan atau telah prepare terhadap apa yang mau dimakan untuk sahur eh tapi timingnya tidak pas atau suasana mood juga lagi tidak sempurna akhirnya ribet sampai ke buka," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Kamis (26/2/2026).
Prof Syukri Albani menjelaskan jika baru bangun dan sudah lewat waktu imsak sebelum azan subuh, masih boleh sahur. Namun dianjurkan untuk sahur dengan yang prioritas.
"Maka gimana sebenarnya, kalau seandainya sudah dengar ngaji-ngaji itu misalnya di masjid lalu kita baru kebangun, maka sahur. Tapi sahurlah dengan yang prioritas, kalau ditanya mana yang lebih prioritas makan atau minum, maka dahulukan minum, karena setiap orang jauh lebih sulit menahan rasa haus dibanding rasa lapar," jelasnya.
Namun dalam pandangan Prof Syukri Albani, tidak bangun sahur juga merupakan rezeki. Ia menilai jika Allah SWT sedang memberikan kemampuan puasa satu harian tanpa sahur.
"Meskipun memang kadang-kadang kita ini dapat rezeki juga, rezekinya itu gini, kalau nggak kebangun sahur harus kita anggap sebagai rezeki, berarti Allah sedang memberikan kita kemampuan untuk menjalani puasa satu hari itu meski tidak sahur," ujarnya.
Simak Video "Video Hasil Hisab Kemenag: 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari"
(niz/mjy)