Kultum: Cari Ridha Allah atau Cinta Manusia? Begini Penjelasannya

Cahaya Ramadan

Kultum: Cari Ridha Allah atau Cinta Manusia? Begini Penjelasannya

Kartika Sari - detikSumut
Senin, 23 Feb 2026 17:01 WIB
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani
Foto: Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani (Dok. Kartika Sari/detikSumut)
Medan -

Pada era modern saat ini, tak sedikit masyarakat yang menjalani hidup berdasarkan penilaian manusia. Padahal, tujuan utama umat Islam seharusnya mengejar ridha Allah SWT.

"Hiduplah sesuai dengan keinginan Allah bukan karena keinginan manusia. Kalau kita hidup karena Allah, seribu manusia yang membenci kita tapi Allah masih menyayangi kita, itu bukan masalah dan soal untuk kita," ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Senin (23/2/2026).

Zailani menuturkan bahwa hubungan antara hamba dan Allah haruslah menjadi prioritas. Ia menambahkan bahwa kehidupan akan sia-sia apabila Allah tak lagi mencintai hambanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi, apabila kita mengharapkan cinta manusia, seribu manusia mencintai kita kalau Allah tidak mencintai kita, maka itu menjadi masalah bagi kita," ujarnya.

"Pada saat dimanapun kita berada, kapanpun kita ada. Maka sesungguhnya yakinkan semuanya bagian adalah beribadah kepada Allah SWT," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Zailani mengatakan bahwa setiap umat Islam yang mencari ridha Allah, maka Allah akan menjadikan umat tersebut hanya bergantung kepadaNya.

"Barang siapa yang ingin mencari Ridha Allah, maka Allah jadikan dia hanya bergantung kepada Allah. Tapi barang siapa yang mencari ridhanya hanya kepada manusia, maka sesungguhnya Allah jadikan dia bergantung kepada manusia dan dia tidak bisa bergantung kepada Allah SWT," jelasnya.

"Maka, dimanapun, apapun yang kita kerjakan, berkumpul bersama siapapun, yakinkanlah hati kita tetap terpaut kepada Allah," sambung Zailani.

Maka dari itu, Zailani mengatakan bahwa apabila duduk bersama teman ataupun keluarga, pastikan dalam setiap obrolan harus memiliki nilai-nilai kebaikan.

"Pastikan dalam tontonan itu banyak hal yang baik yang kita dapatkan. Pastikan dalam perkumpulan itu, perkumpulan yang diridai oleh Allah SWT. Dengan catatan, hati kita tetap terpaut kepada Allah. Dan untuk terpaut kepada Allah, lepaskan pandangan manusia, jangan kita hidup berdasarkan apa kata orang," kata Zailani.

"Apalah yang diinginkan oleh Allah, itulah harapan kita. Insha Allah apapun profesi kita, yakini bahwa itu sesungguhnya cara kita untuk mendapatkan Ridha Allah," pungkasnya.




(ksr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads