Istilah jodoh enggak kemana, mungkin sering terdengar atau mungkin kita juga menerapkan prinsip tersebut. Nah, ternyata seseorang juga perlu berikhtiar untuk mendapatkan jodoh.
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani mengungkapkan bahwa jodoh itu sesuatu yang ghaib, dan tidak ada umat manusia yang dapat memprediksi jodohnya secara ilmiah.
"Jodoh ini sesuatu yang ghaib, kita juga enggak tahu ini sebenarnya. Satu hari ke depan kita juga enggak tahu apa yang terjadi, termasuk jodoh kita. Nah karena kita ditakdirkan oleh Allah dengan dilengkapi berbagai macam termasuk rezeki, rezeki itu sebelum kita dilahirkan sudah ada," ungkap Zailani dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Zailani juga menyebutkan bahwa seseorang dapat berikhtiar terkait jodoh.
"Jodoh juga bagian dari rezeki. Karena itu, berikhtiarlah kita. Sehingga dengan berikhtiar itu Allah letakkan hasilnya sesuai dengan keinginannya, termasuk jodoh," ujarnya.
"Nggak papa kita mendoakan sesuatu kepada Allah termasuk "Ya Allah jadikanlah jodohku". Kalau memang jodoh itu sudah tercatat maka dia akan mendapatkan diri kita sebagai suami," lanjutnya.
Maka dari itu, Zailani mengatakan seseorang yang ingin berjodoh sesuai dengan kriterianya tidak hanya harus berdoa namun juga harus berikhtiar.
"Maka jangan hanya doa saja, doa dan berikhtiarlah. Insha Allah kita akan menemukan jodoh kita, sekalipun yang kita kejar itu bukanlah jodoh kita yang kita dapatkan nanti," pungkasnya.
(ksr/afb)











































